Sadis, Tujuh Pelatih Liga 2 2019 Sudah Mengundurkan Diri Dari Timnya

Liga 2 2019 akan masuk di pekan kedelapan, ternyata sudah ada tujuh pelatih kompetisi kasta kedua di Liga Indonesia ini, yang sudah memuskan untuk mundur.

Salah satu alasan utama dari keputusan mereka tentu saja karena tengah jebloknya prestasi tim yang dibesutnya. Salah satunya tentu lantaran adanya serangkaian hasil minor yang dibuat timnya.

 

Berikut pelatih yang memutuskan untuk mundur tersebut:

PURWANTO (Persatu Tuban)

Hingga pertandingan ketujuh, Persatu Tuban belum juga bisa meraih kemenangan. Termasuk saat mereka menjalani laga kandang sekalipun.

Kebimbangan ini ternyata membuat Purwanto memutuskan mundur sebagai pelatih kepala Persatu Tuban.

Itu dia lakukan, setelah pertandingan Persatu di Stadion Bumi Wali (24/7), usai ditahan seri Persis Solo 1-1.

Rapor Persatu di tangan Purwanto memang tak terlalu menggembirakan. Persatu baru meraih dua poin, hasil dari seri kontra Bogor FC (1-1), dan Persis Solo (1-1).

Selebihnya, tim ini kalah dari Persewar Waropen (0-2), Martapura FC (0-1), Persiba Balikpapan (0-3), dan PSIM Jogja (0-2).

HERRI SETIAWAN (PSGC Ciamis)

Paska kekalahan atas Cilegon United (23/7/2019), Pelatih PSGC Ciamis Herri “jose” Setiawan memutuskan untuk mundur. Ini bentuk tanggung jawab dirinya karena gagal membawa PSGC meraih hasil terbaiknya.

Laskar Galuh datang sebagai tim promosi di Liga 2 musim ini setelah sebelumnya semusim mereka berjuang di Liga 3. Sayang tim ini ternyata di enam laga perdana, semuanya selalu berakhir dengan kekalahan. Belum satupun poin mereka tabung.

Tim ini kalah dari Persita Tangerang (0-1), Sriwijaya FC (1-3), Babel United (1-2), Persiraja Banda Aceh (2-3), Perserang Serang (0-1), dan Cilegon United (1-2). Situasi ini tentu membuat manajemen ikut pusing bukan main.

SALAHUDIN (Persiba Balikpapan) 

Salahudin hanya bisa mengemban status sebagai pelatih kepala Persiba Balikpapan, hingga pekan keenam Liga 2 2019 berjalan.

Kekalahan menyakitkan di rumah sendiri atas Persik Kediri jadi alasan manajemen melakukan keputusan tegas ini.

Di Liga 2 2019 Grup Timur, Persiba sudah enam kali bertanding, empat diantaranya digelar di kandang sendiri.

Sayangnya hasilnya tak selamanya memuaskan. Mereka hanya bisa mengalahkan Persis Solo (0-3) dan Persatu Tuban (0-3). Sedangkan dua kekalahan mereka rasakan di Stadion Batakan, yakni saat melawan PSIM Jogja (0-1), dan Persik Kediri (0-2).

Sedangkan dua laga tandang yang sudah dijalani hanya berbuah 1 poin. Mereka hanya bisa seri atas Persewar Waropen 1-1, dan kah dari Sulut United yang dulu bernama Bogor FC 0-2.

VLADIMIR VUJOVIC (PSIM Jogja) 

Pelatih yang datang ke Kota Gudeg Jogja, setelah sempat membesut Bogor FC di pramusim tersebut, ternyata memutuskan untuk mundur dari jabatannya setelah PSIM menjalani laga penting kontra PSBS Biak di Stadion Sultan Agung (14/7)

Menariknya dia mengutarakan hal tersebut, bukan sesudah laga itu digelar. Melainkan beberapa hari sebelum Laskar Mataram bertarung dengan PSBS. Hasil akhir dari laga ini, ternyata berkesudahan dengan skor 1-0. Ini artinya Vlado sedikit lebih lega melepaskan jabatannya dengan tersenyum.

Keputusannya untuk mundur, salah satunya tentu karena cibiran besar yang dilontarkan suporter. Itu terjadi tak lama setelah PSIM kalah di kandang sendiri dari Persik Kediri (1-2).

Dua laga sebelumnya, PSIM meraih hasil menang tipis 1-0 dari Persiba Balikpapan, dan kalah 0-1 dari Mitra Kukar, Kedua laga ini berstatus laga tandang.

Itu artinya rapor Vlado bersama PSIM adalah dua kali menang, sekali seri dan sekali kalah. Tak lama setelah laga kontra PSBS, manajemen PSIM mengumumkan pengganti Vlado adalah Aji Santoso, yang sebelumnya menukangi Persela Lamongan.

 

AGUS YUWONO (Persis Solo) 

Pelatih Persis Solo, Agus Yuwono saat memberikan intruksi pada pemainnya dalam laga di Stadion Wilis Madiun, Rabu (3/10/2018). Foto : Richie Setiawan

Musim lalu Agus Yuwono bergabung dengan Persis Solo di putaran kedua Liga 2 2018. Sayang Persis yang finis di posisi kelima grup barat, gagal lolos ke babak 8 besar.

Walau gagal, dia masih diberi kesempatan kedua. Bahkan jika musim 2017 dan 2018 Persis harus ganti pelatih jelang kick off Liga 2, ternyata coach AY tak merasakannya.

Sayangnya dia hanya menjalani lima laga Persis di Liga 2 2019. Usai ditahan seri Martapura FC 1-1, Agus memutuskan untuk mundur dari tim.

Empat laga awal Persis memang tak berjalan mulus. Sempat sukses menahan seri tuan rumah Mitra Kukar 0-0, Persis akhirnya tumbang 0-3 dari Persiba Balikpapan.

Dua laga kandang di Stadion Wilis Madiun, ternyata selalu berakhir seri. Mulai dari 0-1 dari Persik Kediri, dan 0-0 dari Martapura FC.

Mulai game kelima, asistennya yakni Choirul Huda ditunjuk manajemen jadi karteker. Hebatnya lagi debuh Choirul Huda, berbuah manis. Setelah Persis sukses meraih kemenang dari tuan rumah Madura FC 1-0.

 

BONA SIMAJUNTAK (PSPS Riau) 

View this post on Instagram

"Saya merasa bertanggung jawab dengan kondisi PSPS sekarang. Semuanya memang sulit dari sisi non-teknis klub. Tapi disisi teknis adalah tanggung jawab saya. Saya tidak ada masalah dengan manajemen, official dan pemain. Semuanya bagus. Hak saya juga sudah dibayarkan sesuai waktu bekerja saya. Jadi tidak ada masalah apapun lagi kedepannya antar kita. Semoga PSPS bisa lebih baik dan kembali berjaya" release resmi Head Coach Bona kepada Manajemen dan Media PSPS yang resmi Mengundurkan diri dari tim Askar Bertuah. . . Karena sepakbola selalu menghantarkan kita pada sebuah silaturahmi diatas sebuah profesi. . Terimakasih dan sukses selalu untuk Head Coach Bona Simanjuntak dan Coach Sahala Marudut Tigor. Salam dari Bumi Melayu sampai kapan pun 🙏🏻 . #PSPS #PSPSRiau #AskarBertuah #Liga2

A post shared by PSPS Riau (@pspsriau) on

Pada 15 Juli 2019 lalu, Bona Simajuntak mengumumkan dia mengudurkan diri dari statusnya sebagai pelatih kepala PSPS Riau. Itu dua hari setelah PSPS kalah telak di kandang Cilegon United 0-4. dan sembilan hari setelah digunduli Persita Tangerang 0-5. Dua laga ini berat memang, karena PSPS menjalani laga tandang.

Tapi kekalahan lebih dari dua gol, tentu yang membuat Bona ikut merasa dirinya gagal menukangi tim ini.

Di tangannya, PSPS menjalani lima laga di Liga 2 dengan rapor yang super buruk. Hasilnya terbaiknya hanya bisa menahan seri tuan rumah Bandung United/Blitar United 0-0. Selebihnya PSPS kalah dari Persita, Cilegon United, Persiraja Banda Aceh (1-2), dan PSMS Medan (2-3).

 

FREEDDY MULI (Persibat Batang)

13 Juli 2019, Freddy Muli mundur dari Persibat Batang. Freedy Muli akhirnya memutuskan 2 Maret 2019 sebagai hari terakhir dia menukangi klub Persibat Batang di Liga 2 2019.

Alasan utamanya tentu sangat jelas, Persibat terseok-seok di awal kompetisi.

Persibat sempat membuat masyarakat Batang lega bukan main, setelah sukses meriah tiga poin pertamanya di laga perdana Liga 2. yang mana Persiraja Banda Aceh takluk dengan skor tipis 1-0 (22/6/2019).

Sayang setelah itu epat pertandingan berturut-turut, Persibat kalah beruntun. Mulai dari lawan PSMS Medan (0-1), Persita Tangerang (0-4), lalu Blitar united/Bandung United (0-4), dan Perserang Serang 0-2.

Usai laga melawan Perserang, Freddy Muli memutuskan untuk mundur dari tim. Alasan utamanya tentu dia ikut bertanggung jawab atas kegagalan skuadnya di awla kompetisi.

tak butuh waktu lama, posisi kosong pelatih kepala Persibat akhirnya jadi milik Bona Simajuntak. Sebelumnya dia memutuskan mundur dari PSPS Riau.