Batal Gabung PSS Sleman, Begini Kelanjutan Karir Mario Aibekob

Penggawa PSBS Biak saat menghadapi PSMP Mojokerto di Stadion Cendrawasih, Biak Numfor. Foto : Istimewa/Dok PSBS Biak

Mario Aibekob ternyata sudah menjadi bagian tim PSBS Biak, setelah sempat trial di PSS Sleman. Aibekob didatangkan mantan klubnya guna menambah daya gedor pada putaran kedua Liga 2 2018.

Aibekob merupakan pemain andalan PSBS pada kompetisi Liga 2 2017. Pada awal musim ini, Aibekob sempat mencoba peruntungan dengan gabung klub Timor Leste, Academica.

Namun baru sekitar lima bulan, Aibekob sudah hadir dalam sesi latihan PSIS Semarang. Selepas itu, dia juga mencoba peruntungan dengan gabung latihan PSS Sleman.

Namun pada akhirnya, PSS Sleman kembali mendaftarkan Cristian Gonzales ke PT Liga Indonesia Baru (LIB). Praktis, skuad Elang Jawa sudah memiliki tiga penyerang. Mulai Gonzales, I Made Adi Wirahadi dan Tambun Naibaho.

Aibekob pun akhirnya kembali ke PSBS Biak. Hanya saja, dia belum bisa dimainkan meski sudah didaftarkan ke LIB. Dia harus menyelesaikan surat-surat yang melibatkan FIFA, lantaran sebelumnya bermain di luar Indonesia.

“Dia sudah kita daftarkan, tapi masih nunggu surat dari FIFA untuk bisa main. Karena transfer antarnegara kan wajib dapat surat dari FIFA,” terang Pelatih PSBS Biak, Slamet Riyadi kepada KAMPIUN.ID, Selasa (14/8/2018) siang.

Kehadiran Aibekob diharapkan bisa mempertajam barisan depan tim berjuluk Napi Bongkar ini. Pasalnya, dalam 12 laga yang dijalani, PSBS baru mencetak 15 gol.

Lima gol di antaranya bahkan baru tercipta dalam dua laga terakhir. PSBS menang 3-0 atas PSMP Mojokerto dan 2-0 atas Semeru FC Lumajang.

“Masalah kita selama ini ada pada penyelesaian akhir. Makanya Aibekob kita tarik dengan harapan bisa memaksimalkan peluang yang ada,” tutur mantan pelatih PSMS Medan ini.

Selain Aibekob, ada enam pemain baru lain yang dihadirkan PSBS. Jeda kompetisi selama tiga pekan akan dimanfaatkan untuk proses adaptasi para pemain baru. Slamet yakin para pemain baru dan pemain lama bisa beradaptasi dengan cepat.

Nofik Lukman Hakim