Mau Berkandang di Stadion Sriwedari, Ini Yang Perlu Dibenahi Kata Ketua KONI Solo

Penyerang Persis Solo, Tri Handoko berusaha melewati hadangan pemain PS MARS, Haryadi Poetol dalam laga uji coba di Stadion Sriwedari Solo pada awal 2017 lalu. Foto : Istimewa/Sambernyawa.com

Wacana Persis Solo berkandang di Stadion Sriwedari, ternyata perlu persiapan yang matang. Stadion yang jadi monumen Pekan Olahraga Nasional Tersebut tentu butuh banyak peremajaan. Peremajaan yang dimaksud jelas dari sisi beberapa penambahan infrastruktur.

Ketua KONI Kota Solo Gatot Sugihartono, mengakui butuh dana yang cukup besar untuk menambal kekurangan yang ada di Stadion Sriwedari.

”Kalau untuk asal bermain sepertinya bisa, karena lapangan di Sriwedari kayaknya bagus. Tapi tentu perlu diperlu diantisipasi dari sisi keamanannya, dan dari sisi sarana pendukungnya. Coba dicek satu-satu pasti banyak yang perlu dibenahi dan diperpersiapkan,” terang pria yang sempat jadi manajer Persis Solo di tahun 2003 tersebut.

Dari sisi keamanan, dirinya mengakui atmosfir dukungan Pasoepati yang cukup besar, tentu bisa jadi kendala. Hal ini wajar karena Stadion Sriwedari punya kapasitas yang cukup kecil, dan jauh jika dibandingkan rata-rata kehadiran suporter Persis di laga kandang.

“Kalau pasang pagar konser tentu bisa, tapi tetap butuh petugas keamanan yang banyak. Soalnya rawan, mengingat bukan pagar permanen,” tuturnya.

Dari sisi infrastruktur, ternyata dirinya menilai kendala utama di Stadion Sriwedari adalah kamar ganti yang sempit, WC yang sedikit rusak, dan diperparah lampu penerangan Sriwedari juga sepertinya sudah cukup uzur.

”WC disini parah, airnya suka mati. Yang paling parah tentu lampu towernya yang penerangannya tak maksimal, karena lampunya mungkin banyak yang mati. Mau dipanjat tentu mengkhawatirkan, karena umurnya sudah cukup tua. Kalau untuk genset, kondisinya sepertinya juga tak maksimal jika dinyalakan untuk persiapan pertandingan malam,” tuturnya.

Stadion Manahan sendiri saat ini tengah direvitalisasi. Karena proyek inilah membuat seluruh aktifitas olahraga dan kegiatan di Manahan harus dipindahkan di luar manahan. Selain persia yang harus pindah homebase, KONI kota Solo juga harus pindah.

Sebelumnya kantor KONI ada di Stadion Manahan sisi utara, dan kini pindah ke lantai dua Stadion Sriwedari.