Berharap Semakin Dilirik Suporter, Aceh United Pindah Homebase

Suasana di Stadion Cot Gapu, Bireuen saat digelar sebuah pertandingan. Foto: Official Aceh United.

Klub debutan di Liga 2 2018, Aceh United FC berniat untuk pindah homebase. Yakni mereka berencana tak lagi menjadikan Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh sebagai homebase dalam lanjutan kompetisi Liga 2 di grup barat.

Stadion baru yang akan ditunjuk sebagai lokasi kandang baru mereka adalah Stadion Cot Gapu, Bireuen. Surat penawaran tersebut sudah dilayangkan kepada operator kompetisi.

Pemindahan terpaksa dilakukan oleh manajemen mengingat Aceh United perlu dukungan dari publik saat menjalani laga kandang lebih maksimal lagi.

Sebagaimana diketahui, saat bermain di kandang hingga pekan ke-13, Syahrizal dan kawan-kawan kurang mendapat dukungan penuh dari penonton. Bisa dikatakan, kondisi itu sama saja seperti bermain di tandang.

Ambil contoh saat melawan PSPS Riau di Stadion Harapan bangsa (20/7/2018) lalu, panpel hanya bisa menjual 1.643 lembar.

Kemudian saat melawan Persika Karawang (4/7/2018), manajemen hanya mendapat keuntungan dari 1.008 lembar tiket yang terjual. Salah satu yang terbanyak terjual adalah saat melawan Persis Solo (5/5/2018) lalu, yang bisa mencapai 3.266 lembar.

Situasi ini jelas jauh dibandingkan dengan fanatisme suporter di pulau Jawa. Ambil contoh panpel PSS Sleman maupun Persis Solo saat menggelar laga tandang jumlah penonton yang hadir bisa mencapi 17-22 ribu.

Presiden Aceh United, M Zaini Yusuf mengatakan, pemindahan homebase dilakukan untuk mencari suasana dan semangat baru. Dan akhirnya dipilih di stadion yang aslinya adalah markas klub PSSB Bireuen.

Apalagi, saat ini masyarakat Bireuen yang umumnya pecinta sepakbola sudah lama tak menyaksikan tim profesional berlaga, setelah PSSB Bireuen turun kasta pada tahun 2014.

Untuk diketahui, hingga pekan ke-13 Aceh United masih bersaing di papan tengah klasemen sementara wilayah barat. Arianto dan kawan-kawan masih menyisakan empat laga kandang.

Keempat laga itu adalah menjamu Persita Tangerang pada 14 September, Cilegon United pada 23 September, Semen Padang pada 28 September, dan Persibat Batang pada 14 Oktober.

Sementara laga tandang yaitu melawan Persis Solo pada 3 September, PSIR Rembang pada 8 September, Persika Karawang pada 19 September, PSPS Riau pada 3 Oktober dan Persiraja pada 8 Oktober

Sementara itu Stadion Cot Gapu Bireuen mulai direnovasi untuk persiapan kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2018.

Beberapa pekerja mulai memperbaiki ruang ganti pemain, tribun utama, bench pemain pengganti, lapangan, ruang konferensi pers, ruang wasit, ruang medis, tiang gawang serta garis lapangan.

Sementara pengawas lapangan utusan Aceh United, Munzir Amin menjelaskan, sebelumnya tim verifikasi dari PSSI Pusat telah meninjau lapangan Cot Gapu. Mereka meminta Stadion Cot Gapu segera direhab agar layak untuk dijadikan homebase Laskar Iskandar Muda.

Munzir mengajak para pecinta sepakbola dan masyarakat Bireuen untuk memberi dukungan kepada tim dengan menyaksikan langsung setiap pertandingan di Stadion Cot Gapu. Pasalnya, mayoritas pemain Aceh United berasal dari Bireuen diantaranya Arianto, Syakir Sulaiman, Syahrizal dan Revaldy Andiaz.

“Ayo kita dukung Aceh United agar bisa bertahan di Liga 2. Kami yakin suporter Bireuen akan mendukung,” ucapnya yang dilansir dari situs resmi klub.