Kalah dari Kalteng Putra, Singgasana Madura FC Dikudeta PSS Sleman

Para penggawa Madura FC saat merayakan gol ke gawang PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, beberapa waktu lalu. Foto : Nofik Lukman Hakim

Singgasana capolista grup timur yang sudah diduduki oleh Madura FC sejak 14 pekan terakhir ternyata harus lengser. Tim ini diluar dugaan kalah dari tuan rumah Kalteng Putra, dalam laga lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya (10/9/2018).

Dalam suasana pertandingan yang diguyur hujan cukup lebat, Madura FC kalah 0-1 dar tuan rumah Kalteng Putra

Gol tuan rumah dibuat dengan waktu yang cukup cepat. Pada menit ke 8, Kalteng Putra mendapat bonus hadiah penelti. Wasit Ahmad Tuharea, asal Sulawesi Selatan menilai ada pelanggaran yang dilakukan pemain Madura FC di kotak terlarang.

Sang kapten tim Kalteng Putra, Taufiq dipercaya untuk menjadi algojo. Gol melesat dengan manis pada jaring gawang Madura FC yang dikawal Usman Pribadi. Skor 1-0.

Pertandingan yang diguyur hujan membuat permainan di lapangan juga berjalan dengan tak stabil.

Enggan malu, Laskar Jokotole berusaha maksimal untuk menggejar ketertinggalannya. Pergantian pemain pun dilakukan, Imam Mahmudi digantikan Bayu Firmansyah, Janneth YS juga ditarik keluar lapangan diganti Faris Aditama. Pada menit-menit akhir, Yusuf Effendi diganti Joko Prayitno.

Sayang hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Kalteng Putra tak berubah.

Kekalahan ini juga membuat Madura FC terperosok ke posisi tiga klasemen sementara dengan tabungan 28 poin, tertinggal dari Kalteng Putra di tempat kedua (29 poin), dan PSS Sleman di puncak klasemen dengan dulangan 31 poin

Susunan Pemain

KALTENG PUTRA

(4-4-2): Riki Pambudi (pg), Ambrizal, Bhudiar Muhammad Riza, M Zainal Haq, Taufiq, Dadang Apridianto, Dicky Prayoga Fammy Hidayat, Michael Bonjozi Rumere, Wahyu Army Kurniawan, Bijahil Chalwa, Kushedya Hari Yudo.

MADURA FC

(4-4-2): Usman Pribadi (pg), Anis Mujiono, Imam Mahmudi/Bayu Firmansyah, Moh Choirul Rifan, Iman Budi Hernandi, Janneth YS/Faris Aditama, Kamare, Moh Said, Andre Putra Wibowo, Gufroni Al Maruf, Yusuf Effendi/Joko Prayitno dan Beny Ashar.