Pelatih Persiraja Banda Aceh Gantung Sepatu Saat Berseragam Persis Solo, Ini Kisahnya

0
pelatih Persiraja Banda Aceh Akhyar Ilyas (dua dari kanan) bersama pelatih Persis Solo Agus Yuwono. Foto: official Persiraja Banda Aceh.

Persiraja Banda Aceh akan bertanding melawan Persis Solo di Stadion Wilis Madiun sore ini (8/9/2018). Ini jadi pertemuan kedua antara kedua tim, di pertemuan pertama di Stadion H Dhimurthala Banda Aceh, Persiraja menang dengan skor tipis 1-0 lewat gol Hapidin di menit ke-2.

Salah satu sosok di balik kesuksesan itu adalah Akhyar Ilyas. Dirinya ternyata sempat bergabung dengan Persis Solo sebagai pemain di musim 2010/2011. Saat kala itu Laskar Sambernyawa dipegang oleh pelatih Inyong Lolombulan.

Dirinya didatangkan dari Persija Jakarta. Di posisi gelandang dirinya bersaing dengan beberapa nama di posisi ini. Mulai dari Nanang Wicaksono, Imam Rochmawan, Marwal Lestaluhu, Budi Aryanto, dan Sukatmo.

Debut perdananya untuk Persis dijalani kala melawan Persiram Raja Ampat di Stadion Manahan (23/11/2010), di pekan kedua Divisi Utama 20100/2010. Saat laga perdana Persis di kompetisi ini melawan Perseman Manokwari di Manahan (19/11/2010), dirinya sama sekali tak dimainkan.

Saat melawan Persiram, Akhyar Ilyas baru dimainkan di menit ke-84’, menggantikan Roby Fajar. Saat itu Persis hanya bermain imbang 1-1, gol Persis juga diraih di detik-detik akhir, tepatnya dari aksi Joko Rusmanto di menit ke 90+3.

Pekan ketiga di Stadion Petrokimia Gresik (27/11/2010) Akhyar Ilyas bermain sebagai starter, sebelum akhirnya digantikan oleh Daru Tri Laksono di menit ke-74. Di laga kontra Gresik United ini, Persis kalah telak 0-4.

Setelah itu Persis bertandang ke kandang Mitra Kukar saat kalah 0-4, dan ke kandang Persimalra Langgur (9/12/2010) yang berakhir juga kalah 0-2.

Dua laga tandang ini Akhyar tak ikut rombongan. Ternyata laga melawan Petrokimia jadi laga terakhir dirinya berseragam Persis, sebab setelah itu dirinya tak lagi dimainkan timnya, dan tak lagi bersama tim.

Setelah enam laga metaih hasil kurang memuaskan, Inyong Lolombulan ternyata didepak dari tim dan digantikan oleh Ahmad Sukisno.

Ada empat pemain juga yang diputus kontraknya, karena tak sesuai ekspektasi. Mereka adalah Nanang Kuswoyo, Feby Sofi Lasyachfi, Marwal Lestaluhu, dan Akhyar Ilyas.

Dirinya pernah bermain dengan banyak klub profesional ternama sebenarnya. Persis ternyata bukan tim asal Solo pertama yang dibelanya. Di tahun 2004, dirinya sempat bergabung dengan Persijatim Solo FC yang bermarkas di Manahan.

Selain itu dirinya juga pernah bergabung dengan Persiraja (1999-2002), lalu Semen Padang FC (2003), Sriwijaya FC (2005), Persmin Minahasa (2006), dan Persija Jakarta (2007).

Akibat cidera yang dideritanya. Ia harus absen selama dua musim 2008-2009. Setelah itu ia memperkuat Persis Solo tahun 2010, Akhyar Ilyas mengakhiri karir di usia muda, yakni 27 tahun.

Masih di tahun 2010, dirinya ternyata memutuskan pulang ke Aceh dan ditunjuk sebagai pelatih Porprov Aceh Besar.

Setahun kemudian dirinya ikut sebagai tim kepalatihan pemain Aceh yang berguru di Paraguay (2011). Salah satu pemain binaannya adalah Jalwandi yang diputaran pertama Liga 2 2018 bergabung dengan Persis Solo.

Sementara itu di tahun 2012 dirinya memutuskan menjabat sebagai assisten coach PSSB Bireun di Divisi Utama 2012.

Setahun kemudian dia menjabat sebagai pelatih Pra PORA Aceh Besar, dan berlanjut bergabung dengan tim Persikutim Kutai Timur di kompetisi Divisi 1 2013.

Dirinya menjadi pelatih kepala Persiraja untuk kali pertama di tahun 2014 yang bisa dibawanya hingga ke babak 16 besar. Ditahun 2015 dirinya ditunjuk sebagai pelatih Timnas U-23.

”Persis Solo adalah salah satu tim kuat di musim ini. Bek dan striker mereka bagus-bagus kualitasnya, tapi kami sudah tahu kelemahan mereka seperti apa. Dan sektor inilah yang akan kami manfaatkan,” ucap Akhyar Ilyas ketika ditanya soal kekuatan Persis Solo saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here