Aceh United Jalani Tugas Berat di Padang

Laga antara Persis Solo melawan Aceh United di Stadion Wilis Madiun, Senin (3/9/2018). Foto : Richie Setiawan

Aceh United belum juga mendapatkan kemenangan pada babak 8 besar Liga 2 2018. Catatan ini bisa saja berlanjut pada partai ketiga saat bersua Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (4/11/2018) mendatang.

Tim Kabau Sirah dikenal sangat tangguh saat main di markasnya. Pada fase grup lalu, hanya PSPS Riau dan Perserang Serang yang sanggup menahan imbang skuad besutan Syafrianto Rusli. Sembilan tim lain harus pulang dengan kekecewaan, termasuk Aceh United.

Pada fase grup lalu, Aceh United takluk 0-1. Gol tunggal tuan rumah dicetak Afriansyah menit ke-70. Kala itu Aceh United masih diperkuat Syakir Sulaiman, Rully Desrian, Yongky Aribowo, Zikri Akbar hingga Hendra Sandi Gunawan.

Saat itu, deretan penggawa eks Liga 1 tersebut sudah tak menjadi bagian Aceh United. Bahkan Aceh United terancam tak diperkuat beberapa pilar inti. Praktis, tugas Aceh United bisa lebih sulit.

Pelatih Aceh United Bonggo Pribadi menyadari hal itu. Dia menyebut, bukan tugas mudah untuk mendapatkan poin di markas Semen Padang. Apalagi kondisi timnya sedang tak ideal.

“Semen Padang salah satu tim yang saya nilai pantas untuk lolos ke Liga 1. Mereka levelnya di Liga 1. Tentu bukan tugas yang ringan untuk mengimbangi mereka di kandangnya. Kita akan coba maksimal seusai yang kita bisa,” terang Bonggo Pribadi kepada KAMPIUN.ID

Pada lawan ke Mojokerto, Aceh United tak diperkuat beberapa pilar inti. Beredar kabar di media sosial bahwa para pemain ini memang enggan berangkat karena ada permasalahan internal.

Soal peluang Syahrizal dan kawan-kawan berangkat ke Padang, Bonggo belum tahu. Hal itu menjadi kewenangan manajemen Aceh United untuk memberangkatkan skuad ke Padang.

“Itu semua perlu dibicarakan lebih lama, karena memang ada situasi yang diluar kuasa saya. Masalah mereka berangkat atau tidak ke Padang, kami belum terpikirkan. Karena itu jadi tugas manajemen bukan tugas saya,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim