Bayang-bayang Kegagalan Musim Lalu, Pelatih PSS Sleman : Trauma Pasti Ada, Tapi…

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. Foto : Nofik Lukman Hakim

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengakui trauma kegagalan musim lalu masih tersisa, menatap babak 8 besar Liga 2 2018. Namun hal itu justru menjadi cambuk agar lebih konsentrasi menghadapi setiap pertandingan.

Catatan PSS Sleman musim ini terbilang keren. Dari 22 pertandingan, 14 di antaranya berhasil dimenangkan. Delapan partai sisa berakhir sekali seri dan menelan tujuh kekalahan. PSS Sleman lolos sebagai juara grup timur dengan koleksi 43 poin.

Catatan itu jelas membuat PSS Sleman sebagai tim yang diunggulkan ke Liga 1 2019. Namun jangan dilupakan bahwa musim lalu pun, PSS Sleman lolos ke babak 16 besar dengan predikat tim superior di fase grup. Saat babak 16 besar, skuad PSS Sleman justru merosot. Mereka secara mengejutkan kalah bersaing dengan Persis Solo dan PSPS Riau.

Kegagalan musim lalu tentu tidak bisa begitu saja dilupakan. Namun bukan berarti bayang-bayang kegagalan itu mempengaruhi psikologis pemain, pelatih hingga manajemen. Semua sepakat menjadikan musim lalu sebagai pelajaran penting.

“Trauma-trauma itu pasti ada. Tapi di setiap kompetisi akan berbeda situasi dan kondisinya,” terang Seto kepada KAMPIUN.ID, Rabu (17/10/2018) sore.

“Sekarang kita harus fokus. Baik manajemen maupun tim harus punya keinginan sama. Apa yang jadi hambatan tim, bisa diakomodir manajemen. Apa yang jadi keinginan manajemen, bisa kita beri solusi,” lanjutnya.

Keberadaan pemain-pemain senior diakui Seto cukup penting. Sosok-sosok berpengalaman, seperti Ahmad Marzukih, Cristian Gonzales hingga I Made Adi Wirahadi memberi situasi yang berbeda. Belum lagi para pemuda potensial, seperti Rifal Lastori, Slamet Budiyono hingga Taufiq Febriyanto.

“(Senior memberikan pengaruh) Pastinya begitu. Memang harus ada keseimbangan antara senior dengan yang muda,” tutur Seto.

PSS Sleman tergabung di grup B bersama Persiraja Banda Aceh, Madura FC dan Persita Tangerang. PSS Sleman akan melakoni laga perdana melawan Persita di Stadion Benteng Taruna pada 26 Oktober 2018.

Nofik Lukman Hakim