Berburu ‘The Next Rafli’, Eks Timnas Pantau Seri Nasional Liga Santri

0
Penyerang Nurul Hikmah Sragen saat merayakan gol ke gawang lawannya dalam pertandingan di Stadion Merdeka Jombor, Sukoharjo. Foto : Media Officer LSN 2018

Pelatih-pelatih top nasional terjun langsung memantau pelaksanaan seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2018 di kawasan eks karesidenan Surakarta. Mereka akan memburu pemain muda potensial yang ada di setiap pertandingan.

M Rafli Mursalim menjadi salah satu alumnus kebanggaan LSN. Dia terus mendapat tempat bersama Timnas Indonesia U-19. Statusnya kini merupakan pemain profesional lantaran sudah dikontrak Mitra Kukar.

Keberhasilan memunculkan Rafli menjadi pelecut untuk memburu bakat-bakat lain di LSN 2018. Ada sederet pelatih berstatus mantan pemain Timnas Indonesia yang terjun memantau pelaksanaan pertandingan seri nasional di Solo, Karanganyar hingga Sukoharjo.

Para pemandu bakat itu, di antaranya Elly Idris, Nur Alim, Agung Setyobudi, Imam Rohmawan dan Maman Suryaman. Ada pula pelatih Persib Bandung U-19, Budiman Yunus yang berencana hadir saat partai final.

“Ada lima pelatih yang bantu memetakan pemain-pemain potensial. Selain itu pelatih klub-klub U-19 juga mungkin akan datang. Salah satunya dari Persib U-19,” terang Direktur Kompetisi LSN 2018, Mohamad Kusnaeni dalam jumpa pers di kawasan Laweyan, Kota Solo, Kamis (4/10/2018) sore.

Kusnaeni mengatakan, para pemain terbaik di setiap posisi akan dimasukkan dalam bank data pemain. Saat ini panitia LSN masih berupaya untuk mengikutkan jebolan LSN 2018 dalam sebuah turnamen internasional.

“Juara Liga Santri 2015, Nurul Islam pernah ikut turnamen di Malaysia. Mereka menjadi juara dalam event disana. Semoga jebolan tahun ini juga bisa ikut turnamen. Tentu para pemain ini ada motivasi tambahan ketika diikutkan event internasional,” tuturnya.

Berbicara soal persaingan LSN 2018, Kusnaeni menilai pertarungan tak lagi didominasi klub-klub dari Pulau Jawa. Tim-tim dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan warna tersendiri.

“Antusiasme dari luar pulau Jawa untuk ikut Liga Santri sangat besar. Apalagi kalau lihat 16 besar ada klub dari Sulawesi, Kalimantan, NTB dan Sumatera yang lolos. Ini jadi hal positif untuk Liga Santri,” jelasnya.

Saat ini seri nasional sudah memasuki babak 8 besar. Tim yang lolos di antaranya Dayah Al Urwatul Wutsqa (Sumatera I), Arrasyadiyah (Banten), Nurul Fajri Majalengka (Jabar I), Sofwaniyah FC Brebes (Jateng III), Nurul Iman (DIY), Ponpes Nahdlatus Shaufiah (Nusa Tenggara II), DDI Kaballangan (Sulawesi II) dan Roudhotul Jannah (Sulawesi III).

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here