Dua Musim Berturut-Turut Anak-Anak PPLM Rasakan Pedihnya Melihat Timnya Harus Terdegradasi

0
Skuad Persiwa Wamena saat menghadapi PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (14/7/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

Persiwa Wamena di pastikan terdegradasi ke Liga 2 2018. situasi ini membuat Papua kehilangan satu wakilnya di kasta kedua Liga 2 musim depan. Bisa saja bertambah, karena PSBS Biak yang juga ada di grup timur kini posisinya terancam karena hanya ada di posisi satu strip di zona aman.

Persiwa musim ini sendiri terdiri dari dominasi pemain asal Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM).

PPLM sendiri adalah tim bentukan Kemenpora, yang terdiri dari beberapa alumnus PPLP, yang mendapatkan beasiswa untuk duduk di bangku kuliah. Tak hanya belajar mereka juga tetap berkarir di dunia sepakbola.

Dan Persiwa jadi tim ketiga mereka. Sebelumnya di awal tahun sejatinya PPLM marger dengan mantan juara Liga 3 2017 musim lalu yang kini terjun di Liga 2, Blitar United. Sempat menjalani serangkaian tour di Aceh hingga Banten, namun sebelum kick off Liga 2 digelar, ternyata PPLM dan Blitar United bercerai.

Anak-anak PPLM ternyata pindah haluan, dan memutuskan untuk membawa nama Persiwa Wamena yang memang berniat untuk berhomebase di pulau Jawa, khususnya di bagain Jawa Barat.

Sayang dalam perjalannnya, berbagai rintangan terjadi, hingga akhirnya tiket degradasi harus didapatkan oleh Persiwa.

Kejadian ini ternyata bukan kali pertama dirasakan anak-anak PPLM. Musim lalu mereka marget dengan klub PS Bengkulu di Liga 2, yang ternyata tiket degradasi juga harus diterimanya.

”Anak-anak ini masih muda-muda sekali umurnya. Kita beri kesempatan mereka bermain di kompetisi pro dalam satu tim yang utuh juga salah satunya agar jam terbang mereka bertambah. Dan memang ada kesepakatan agar tak boleh semua pemain berpencar mencari klubnya sendiri-sendiri. Saya lihat potensi mereka bagus-bagus untuk bersaing di kompetisi Liga 2,” terang Manajer Persiwa Wamena, Borgo Pane.

Walaupun belakangan ada satu pemain PPLM, yakni Taufik Febrianto bergabung dengan PSS Sleman di putaran kedua Liga 2.

”PSS memang meminta, dan kita mengiyakan karen berharap Taufiq mendapat jam bermain lebih baik di sana. Tapi nanti setelah kompetisi berakhir dirinya juga akan kembali ke PPLM. Sebenarnya banyak pemain kita yang diinginkan oleh klub-klub Liga 1 juga, namun tak kami beri izin,” terangnya.

Persiwa harus menjalani serangkaian jalan terjal. Mulai dari berpindah-pindah homebase, hingga harus memulai kick off Liga 2 dengan pengrangan 6 poin. Pengurangan poin ini karena FIFA menuntut adanya sanksi dari kasus tak terbayarnya gaji pemain asing yang direkrut Persiwa 2011 silam, yang  belum lama ini dipermasalahkan kembali FIFA dan PSSI.

Kini derita bertambah setelah adanya kasus pemukulan kepada wasit yang menjaid pengadil di laga Persegres Gresik United melawan Persiwa. Usai kejadian tersebut ada beberapa pemain yang dilarang beraktifitas selama setahun hingga setengah tahun, yang sebagain besar tentu adalah pemain PPLM.

Yang paling berat adalah sanksi kepada kapten tim ini, yakni Aldo Claudio dengan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepakbola Liga Indonesia sumur hidup.

”Kami berharap ada peringanan sanksi. Semua pemain ini masih muda, dan mungkin apa yang mereka lakukan kemarin hanya emosi sesaat. Jadi kami akan banding untuk meringankan kasus mereka,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here