Kata Fandy Edy Jelang Derby DIY di Stadion Maguwoharjo

0
Bek PSIM Jogja, Fandy Edy berusaha menghalau bola yang hendak direbut winger PSS Sleman, Rifal Lastori dalam pertemuan di Stadion Sultan Agung Bantul, 26 Juli 2018. Foto : Richie Setiawan

Derby DIY yang mempertemukan PSS Sleman melawan PSIM Jogja akan digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (10/10/2018). Meski laga ini tak lagi menentukan bagi kedua tim, bisa dipastikan pertarungan ketat tetap tersaji sepanjang permainan.

Bagi PSS Sleman, kemenangan ini tak lagi berpengaruh pada tiket ke babak 8 besar. PSS Sleman dengan koleksi 40 poin sudah memastikan diri lolos ke fase berikutnya.

Sementara bagi PSIM Jogja, hasil apapun tak mempengaruhi posisi di klasemen grup timur. PSIM Jogja tak lagi berpeluang ke babak 8 besar. Namun tim berjuluk Laskar Mataram ini juga sudah aman dari degradasi, berbekal 28 poin.

Meski begitu, perburuan meraih kemenangan tetap digelorakan kedua tim, termasuk PSIM Jogja. Meski tak lolos ke babak 8 besar, setidaknya dalam dua pertemuan, mereka bisa lebih unggul dari tim tetangga.

Pada pertemuan pertama di Stadion Sultan Agung Bantul, 26 Juli lalu, PSIM unggul 1-0 lewat Hendika Arga Permana.

Salah satunya diungkapkan bek PSIM Jogja, Fandy Edy. Pemain yang pernah berkiprah bersama PSM Makassar ini mengaku akan melakukan persiapan serius. Menurutnya, bekal fisik saja tidak cukup untuk menghadapi pertarungan ketat Derby DIY.

“Pasti ada persiapan khusus, lebih ke mental. Apalagi kita main di kandangnya PSS Sleman. Mental dan stamina harus dipersiapkan, karena kita akan kerja maksimal,” terang Fandy kepada KAMPIUN.ID, Minggu (7/10/2018) sore.

Menurut Fandy, para penggawa Laskar Mataram lebih enjoy menatap pertemuan kedua ini. Pasalnya, PSIM Jogja tak lagi terpikirkan beban minus sembilan poin yang sempat menghinggapi semua pemain.

“Kalau pertemuan pertama lalu masih ada kemungkinan degradasi. Kalau sekarang posisinya sudah aman. Jadi untuk pertemuan kedua ini lebih enjoy aja,” tuturnya.

Dari evaluasi pertemuan pertama lalu, kinerja tim PSIM Jogja masih perlu perbaikan. Komunikasi menjadi faktor penting, dimana para pemain harus bisa menyerang bersama dan bertahan secara bersama.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here