Kedatangan Jafri Sastra Berbuah 16 Poin, Bayu Nugroho Ungkap Kondisi PSIS Semarang

Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra saat berjabat tangan dengan pelatih Sriwijaya FC, Alfredo Vera usai laga di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Selasa (23/10/2018). Foto : Richie Setiawan

Kedatangan Jafri Sastra benar-benar membangkitkan PSIS Semarang. Hanya dalam tujuh pertandingan, tim Mahesa Jenar bisa mendapatkan 16 poin.

Koleksi 16 poin jauh diluar dugaan. Pasalnya, dalam 19 laga sebelumnya, PSIS hanya meraih 20 poin saja. Bahkan dalam tujuh laga terakhir sebelum Jafri Sastra datang, PSIS hanya mencatatkan satu kemenangan, tiga hasil imbang dan tiga kekalahan.

Catatan impresif dalam tujuh partai terakhir bahkan menjadi yang terbaik kedua dari 18 kontestan Go-Jek Liga 1 2018. Raihan terbaik dicatatkan PSM Makassar dengan 17 poin. PSIS bahkan mengungguli Persib Bandung yang hanya meraih 10 poin dan Persija Jakarta yang meraih 14 poin.

Hebatnya lagi, tujuh dari 16 poin itu dirah saat PSIS berstatus tim tamu. PSIS meraih poin sempurna setelah mengalahkan tuan rumah PSMS Medan 3-2 dan PS TIRA 1-0, serta menahan imbang Persela Lamongan 1-1.

Catatan ini sangat jomplang bila dibandingkan dengan raihan PSIS saat masih ditangani pelatih asal Italia Vicenzo Alberto Annese. Dalam sembilan partai tandang, hanya dua poin yang didapatkan PSIS era Annese.

Komunikasi yang lebih lancar menjadi salah satu kunci kebangkitan PSIS. Selain itu, pendekatan yang dilakukan Jafri Sastra ke skuad Mahesa Jenar juga membuat para pemain lebih nyaman dalam bermain.

“Kita merasa lebih enjoy, lebih menikmati permainan. Komunikasi dengan pelatih juga berjalan lancar, tidak ada lagi kendala bahasa,” terang gelandang PSIS, Bayu Nugroho kepada KAMPIUN.ID, Rabu (24/10/2018) siang.

Winger PSIS Semarang, Bayu Nugroho dijaga ketat gelandang PSMS Medan, Sadney Uribkob dalam pertandingan di Stadion Moch Soebroto Magelang, beberapa waktu lalu. Foto : Richie Setiawan

Bayu menilai, kemenangan atas PSMS Medan 3-2 di Stadion Telandan Medan pada 12 September lalu jadi kuncinya. Raihan tiga poin perdana di markas lawan membuat percaya diri Bayu Nugroho dan kawan-kawan meningkat.

“Kemenangan demi kemenangan jelas menambah percaya diri para pemain. Semoga kedepan kita terus mendapatkan hasil baik,” tuturnya.

Soal kemenangan dramatis atas Sriwijaya FC 1-0 di Stadion Moch Soebroto, Selasa (23/10/2018) malam, Bayu menilai laga berjalan sulit. Berulang kali peluang didapat timnya, termasuk dua peluang emas lewat kakinya. Namun gol baru tercipta lewat sundulan Bruno Silva, memanfaatkan umpan Aldaier Makatindu pasa masa tambahan waktu babak kedua.

“Laga semalam termasuk yang paling sulit. Ini karena Sriwijaya FC bukan tim sembarangan, mereka tim bagus. Para pemainnya ingin bangkit, apalagi dengan pelatih baru. Alhamdulillah bisa menang,” jelas Bayu.

Bayu mengaku ingin berkontribusi lebih agar PSIS terus mendapatkan hasil maksimal. Termasuk ingin mencetak gol agar timnya meraih kemenangan.

“Saya pribadi tentu ingin mencetak gol. Tapi yang terpenting tim bisa meraih kemenangan, entah siapa yang mencetak gol dan menit berapapun,” pungkasnya.

Berkat tambahan 16 poin, PSIS kini nangkring di posisi sembilan dengan 36 poin. Peringkat ini menjadi yang terbaik sepanjang musim ini, setelah kerap kali terseok-seok di zona degradasi. Bahkan beberapa pekan menghuni dasar klasemen Go-Jek Liga 1 2018.

Nofik Lukman Hakim