Komentar Pelatih PSIM Setelah Timnya Kalah Telak di Derby DIY

0
Penyerang PSIM Jogja, Ismail Haris berusaha melewati kawalan pemain PSS Sleman dalam laga di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (10/10/2018). Foto : Richie Setiawan

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak tak menyangka timnya akan kalah telak 0-4 atas PSS Sleman dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (10/10/2018) sore. Tiga gol pada babak pertama terjadi karena kesalahan fatal yang dilakukan lini belakang.

Empat gol PSS Sleman dicetak Cristian Gonzales menit ke-23 dan 24, Rangga Muslim menit ke-19 dan Ichsan Pratama menit ke-46. Kekalahan dengan selisih empat gol ini menjadi yang paling telak musim ini.

“Ini jauh diluar dugaan. Target kita kesini sebenarnya untuk meraih poin,” terang Bona Simanjuntak dalam jumpa pers usai pertandingan.

Bona menilai tiga gol PSS Sleman tercipta lantaran komunikasi dan koordinasi tak berjalan lancar. Akibatnya, penggawa PSS Sleman dengan mudah menjebol gawang Ivan Febrianto.

Barulah pada awal babak kedua, setelah tertinggal empat gol, PSIM Jogja mulai menguasai permainan. Namun begitu, sejumlah peluang yang didapat tak membuahkan satu gol pun.

“Tiga gol yang dicetak lawan karena kesalahan pemain kami,” tutur pelatih berlisensi B AFC ini.

Sementara itu, bek PSIM Jogja, Fandy Edy menyebut para pemain sudah berjuang maksimal. Hanya memang dari segi hasil belum berpihak pada timnya.

Soal aksi Gonzales yang mencetak dua gol, Fandy menilai mantan penggawa Arema FC itu sulit dijaga. Gonzales pun diakuinya memiliki pengalaman untuk memanfaatkan situasi.

“Dia agak susah untuk dijaga. Apalagi dia juga pernah Timnas, jadi lebih berpengalaman,” ucap Fandy.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here