Manajer PSIM : Mungkin Ini Keputusan Emosional

Hendika Arga Permana (kiri) saat merayakan gol ke gawang PSS Sleman bersama rekan-rekannya dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (26/7/2018). Foto : Richie Setiawan

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto masih berharap Hendika Arga Permana tak benar-benar pensiun dini. Dia menilai gelandang asal Bantul itu masih dalam usia emas untuk mencapai level permainan yang lebih tinggi.

Hendika Arga membuat keputusan mengejutkan, Selasa (23/10/2018) lalu. Kapten PSIM Jogja yang baru saja dipinjamkan ke PSS Sleman ini memutuskan gantung sepatu.

Arga dalam instastoriesnya membantah jika keputusan ini diambil karena adanya tekanan dari suporter PSIM soal keputusan gabung ke PSS Sleman. Dia hanya mengaku sudah tak merasakan kegembiraan dan kebebasan dalam bermain sepak bola.

Erwan yang sudah lama membesut Arga turut menyayangkan. Apalagi dia baru genap berusia 25 tahun pada 1 November 2018 mendatang.

Usia ini merupakan usia emas bagi seorang pesepakbola untuk mencapai level permainan lebih tinggi. Dia pun berharap, setelah jeda tanpa sepak bola ini, Arga kembali ke lapangan hijau.

“Jelas kita menyayangkan. Karir yang selama ini dia bangun sudah menunjukkan prestasi. Mungkin ini juga keputusan emosional. Mudah-mudahan kedepan bisa merenungkan kembali keputusan itu, bisa kembali berkarir,” terang Erwan Hendarwanto kepada KAMPIUN.ID

Dalam dunia sepak bola, menganulir keputusan untuk pensiun merupakan hal biasa. Lionel Messi saat gagal membawa Argentina juara Copa America 2016 lalu juga sempat memutuskan pensiun membela negaranya. Namun setelah itu, ada banyak pihak yang mengajaknya kembali dan pada akhirnya Messi tampil pada Piala Dunia 2018.

Paul Scholes juga melakukan hal sama. Dia sempat menyatakan pensiun pada 2011 lalu di usia ke-36 tahun. Namun kemudian pada 8 Januari 2012, Scholes tiba-tiba memutuskan kembali bermain dan mendapatkan tempat di tim utama Manchester United.

Di Indonesia, sudah tak terhitung berapa pemain yang sempat menyatakan istirahat, namun kemudian kembali ke lapangan hijau. Mayoritas para pemain tersebut kembali main setelah diajak klub daerah asal atau klub yang lama dibelanya.

“Sekarang ini terbilang usia emas. Penampilan dia masih bisa berkembang lagi. Apalagi dia sudah berprestasi. Tapi apapun keputusan nantinya, dia yang lebih tahu. Kita menghormati itu,” tuturnya.

Nofik Lukman Hakim