Mengintip Pembangunan Stadion Baru di Lereng Merapi

Aktivitas pengerjaan stadion di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Oktober 2018 lalu. Foto : Nofik Lukman Hakim

Kabupaten Boyolali akan memiliki stadion baru di jalur menuju Gunung Merapi, tepatnya Desa Paras, Kecamatan Cepogo. Venue pengganti Stadion Pandan Arang itu dibangun secara bertahap menggunakan APBD Pemkab Boyolali.

Pembangunan tahap pertama sudah dimulai pada 6 Agustus 2018. Dari papan informasi pekerjaan yang ada di lokasi, proyek pembangunan tahap awal dilakukan PT Graha Kreasindo Utama dengan biaya Rp 6,8 Miliar. Pelaksanaannya selama 130 hari.

Dari pantauan KAMPIUN.ID, banyak truk mondar-mandir membawa pasir dan batu-batu besar. Terlihat pula sejumlah backhoe sedang mengeruk lahan yang sebelumnya digunakan untuk menanam rumput kolonjono tersebut. Pembangunan tahap awal ini lebih difokuskan untuk meratakan lahan dan pengerjaan fondasi.

Bupati Boyolali, Seno Samodro melalui instagram pribadinya menjelaskan, stadion ini akan terdiri dari tribun barat dan tribun timur. Tribun barat berkapasitas 4000 penonton, sedangkan tribun timur berkapasitas 2500 penonton.

Fasilitas penunjangnya berupa ruang ganti, ruang briefing dan kolam rendam. Ada pula ruang media serta toko merchandise yang bertempat di lantai tiga.

Postingan di instagram tertanggal 29 September 2018 itu mendapat respon positif dari netizen. Mereka berharap stadion ini benar-benar dikerjakan dengan serius, seperti janji Seno Samodro membangun stadion berkelas internasional.

Komentar juga datang dari bek kanan PSMS Medan, Fredyan Wahyu Sugiantoro. Pemain asal Boyolali itu berharap, stadion di lereng Merapi itu bisa memfasilitasi para bibit-bibit potensial untuk lebih berpretasi.

“Semoga sepak bola di Boyolali semakin membaik dan mencetak bibit-bibit muda yang bagus,” ucap Fredyan kepada KAMPIUN.ID

Aktivitas pengerjaan stadion di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Foto : Nofik Lukman Hakim

Terpisah, Camat Cepogo Insan Adi Asmono menjelaskan, kehadiran stadion di wilayah Cepogo menjadi berkah tersendiri. Dia mengatakan, sepak bola menjadi salah satu olahraga paling digemari warga Cepogo.

Secara perekonomian, kehadian stadion di Desa Paras juga bisa berdampak pada masyarakat sekitar. Apalagi stadion tersebut menjadi satu-satunya stadion di wilayah Kabupaten Boyolali.

“Cepogo punya tradisi bola yang cukup kuat. Ada banyak pemain bola disini. Semoga kedepan para pemain bisa berlatih disini dan secara ekonomi, stadion ini bisa jadi destinasi wisata di wilayah Cepogo,” jelasnya.

Kepada sejumlah media lokal, Seno Samodro mengatakan, stadion ini akan dibangun dengan total anggaran mencapai Rp 30-35 Miliar. Diharapkan pada 2020 mendatang, stadion sudah bisa digunakan Persebi Boyolali yang berkompetisi di Liga 3.

Nofik Lukman Hakim