Menunggu Ketajaman Lini Serang dan Kekokohan Lini Belakang PSS Sleman di 8 Besar

laga PSS Sleman melawan PS Mojokerto Putra. Foto : Richie Setiawan.

PSS Sleman mulai melakukan banyak evaluasi jelang bergulirnya babak 8 besar Liga 2 2018. Salah satu evaluasi besar yang mereka hadapi jelas mempertajam kualitas para bombernya, dan meningkatkan kekokohan lin belakangnya.

Super Elang Jawa di babak penyisihan memang menjadi tim paling sulit kebobolan. Tim ini hanya kebobolan 15 kali dalam 22 lama, catatan terbaik diantara 23 peserta Liga 2 lainnya. Di tempat kedua ada nama Persis Solo yang kebobolan 16 kali.

Kuartet lini belakang PSS Sleman memang bikin para lawannya pusing tujuh keliling untuk bisa menjebolnya. Baik Bagus Nirwanto, Rian Miziar, Zamzani dan Wirabuana ‘Vandy’ Prayogo bermain cukup konsisten. Peran mereka semakin baik setelah dibantu Sandy dan Amarzukih di posisi gelandang bertahan, yang membuat gawang Ega Rizky bisa dibilang cukup aman.

Demi membuat lini pertahanan makin sulit lagi kebobolan, dua sosok kunci kenapa Persis Solo bisa jadi tim yang paling sulit kebobolan di Liga 2 akhirnya didatangkan ke bumi Sembada.

Mereka adalah Asyraq Gufron, dan Ichwan Ciptadi, yang kebetulan memutuskan pindah ke PSS setelah Persis gagal lolos ke babak 8 besar.

Sebagai pelengkap bek kiri Martapura FC, Aditya Putra Dewa dihadirkan. Sementara itu satu nama lamadi sektor bek, yakni Yericho Christiantoko harus diputus kontraknya karena lebih sering ada di bangku cadangan PSS.

Perubahan komposisi pemain, malah terlihat di lini depan Super Elja.

Tiga pemain berlabel bintang diputuskan harus hengkang dari tim. Mulai dari Adi Nugroho, Made Wirahadi dan Tambun Naibaho. Bomber yang masih diberi kesempatan untuk unjuk gigi kini tinggal Zahrul Milla, Rangga Muslim, Christian Gonzales, Rifal Lastori

Untuk meningkatkan ketajaman lini serangnya, beberapa pemain baru bertipikal menyerang juga dihadirkan. Mulai dari Qischil Gandrum (Martapura FC), Busari (Persibat Batang), Hendika Arga (PSIM Jogja), dan Rosi Noprihanis (Persiba Balikpapan).

Di babak penyisihan, PSS hanya bisa mencetak 37 gol dari 22 laga. Ini ternyata bukan termasuk yang terproduktif di Liga 2 selama ini. PSS kalah produktif dengan PSMP Mojokerto (41 gol), dan Persiraja Banda Aceh (43 gol)

PSS Sleman tentu harus mengantisipasi calon lawannya di babak 8 besar, sebab baik Madura FC, Persiraja Banda Aceh maupun Persita Tangerang termasuk tingkat produktivitas gol cukup baik, dan tingkat kebobolannya termasuk cukup kecil.