Pelatih Aceh United Realistis Menatap Persaingan Babak 8 Besar, Kenapa Ya?

Aceh United. Desain: Jaladwara

Aceh United belum juga mendapatkan poin penuh pada babak 8 besar Liga 2 2018. Terbaru, Laskar Iskandar Muda dibekuk PSMP Mojokerto 1-3 di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Kab Mojokerto, Senin (29/10/2018) sore.

Ada lima pilar yang tak berangkat ke Mojokerto. Ada yang memang cedera. Ada juga yang tak bisa berangkat karena alasan tertentu.

Bahkan gara-gara hal itu, Aceh United memberangkatkan tim susulan, sesuai permintaan pelatih Bonggo Pribadi.

“Ini hasil maksimal yang kita dapatkan, karena tim dalam keadaan kurang baik. Ada beberapa pemain inti yang tidak bisa berangkat. Tadi yang berangkat kesini pemain-pemain cadangan dari Aceh United. Pemain susulan baru tiba di Mojokerto jam 01.00, langsung kita paksakan main,” terang Pelatih Aceh United, Bonggo Pribadi kepada KAMPIUN.ID, Senin (29/10/2018) malam.

Bonggo Pribadi yang baru sepekan merapat ke Bireuen tak mengetahui secara pasti kondisi tim barunya. Pun begitu dengan 12 pemain yang baru dipinjam dari Blitar United pada babak 8 besar ini.

“Saya baru gabung, situasi yang ada disitu saya juga tidak tahu. Saya hanya mencoba meramu tim yang ada, dikombinasikan dengan pemain Aceh. Kalau lain-lain sudah diluar kewenangan saya,” lanjutnya.

Bila situasi tak segera membaik, Bonggo menilai peluang menuju babak semifinal sangat sulit. Apalagi tiga kontestan lain di grup A mempersiapkan diri dengan maksimal.

“Kalau situasinya seperti ini terus ya kami cenderung realistis. Kami hanya coba melewati pertandingan demi pertandingan dengan baik,” ucapnya.

“Tim yang dipersiapkan dengan baik saja pasti ada kesulitan (di babak 8 besar). Apalagi tim yang tidak dalam situasi baik. Tapi kami tetap akan coba semampunya, dengan pemain yang ada,” pungkasnya.

Sebelum kalah di Mojokerto, Aceh United ditahan imbang Kalteng Putra 2-2. Dengan satu poin, Aceh United kini menghuni dasar klasemen grup A. Selanjutnya, Aceh United akan menghadapi Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Padang.

Nofik Lukman Hakim