Pernah Rasakan Main di Spanyol, Top Skor Liga Santri 2018 Bermimpi ke Timnas U-19

0
Top skor Liga Santri Nusantara 2018, M Bangkit Mustaqim saat merayakan golnya di Stadion Sriwedari Solo, Sabtu (6/10/2018) lalu. Foto : Nofik Lukman Hakim

M Bangkit Mustaqim menjadi sosok yang mencuri perhatian pada ajang Liga Santri Nusantara 2018. Bomber Ponpes Nurul Fajri Majalengka ini menjadi top skor perhelatan tahun ini berkat catatan sebelas gol.

Nama Bangkit melambung setelah cukup subur bersama Ponpes Nurul Fajri Majalengka. Catatan ini cukup menarik meski pada akhirnya Nurul Fajri harus puas sebagai runner up Liga Santri 2018.

Bagi Bangkit, membawa timnya menjadi runner up Liga Santri bukan yang pertama. Pada Liga Santri 2017, dia melaju ke final bersama Ponpes Darul Hikmah Cirebon. Namun pada partai final, timnya dikalahkan Darul Huda Ponorogo 1-0.

Keberhasilan bersinar dalam ajang ini membuat namanya kembali diperhitungkan. Ada peluang Bangkit menyusul jebolan Liga Santri edisi sebelumnya, M Rafli Mursalim yang moncer bersama Timnas Indonesia U-19.

Kepada KAMPIUN.ID, Bangkit berbagi cerita tentang perjalanan karirnya. Dia mengawali langkah sebagai pesepakbola saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dia bergabung bersama SSB Garuda Cirebon.

Pada tahun 2016 lalu, dia sempat dua pekan merasakan atmosfer sepak bola Spanyol. Bersama Akademi Sepak Bola ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta, dia turun dalam ajang Mediterranean International Cup (MIC) XVI/ 2016.

Penampilannya yang terus menanjak membawanya ke seleksi Timnas Indonesia U-16. Namun pada akhirnya, pelatih kepala Fakhri Husaini lebih memilih Amiruddin Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah dan Sutan Diego Armando Zico.

“Pemain di Timnas U-16 itu teman-teman saya semua. Seleksinya memang ketat banget kemarin,” terang Bangkit saat ditemui di Stadion Sriwedari Solo, Sabtu (6/10/2018) sore.

Top skor Liga Santri Nusantara 2018, M Bangkit Mustaqim. Foto : Nofik Lukman Hakim

Kegagalan masuk Timnas U-16 tak membuatnya menyerah. Di usianya yang baru 16 tahun, dia masih punya kesempatan untuk lebih berkembang. Gelar top skor Liga Santri 2018 menjadi bukti bahwa kemampuannya layak diperhitungkan.

“Tentunya sangat ingin masuk Timnas U-19. Itu sudah cita-cita saya dari kecil untuk bisa masuk Timnas,” ucap Bangkit.

Bangkit pun berbagi cerita soal pengalamannya selama dua pekan main di Spanyol. Dia bersama rekan-rekannya sukses menempati peringkat tujuh dari 32 tim yang berasal dari 15 negara.

“Bisa main di Spanyol tentu jadi pengalaman berharga. Kita bisa main sama orang luar yang posturnya lebih tinggi,” jelasnya.

Kini gelaran Liga Santri 2018 telah usai. Bangkit tak bisa berdiam saja. Dia akan terus berusaha mematangkan permainannya. Selain membela Timnas, ada keinginan lain yang hendak dicapai Bangkit.

Sebagai salah satu putra Jawa Barat, cita-citanya pun sama dengan rekan-rekannya. Dia ingin membela Persib Bandung yang begitu diidolai masyarakat Jawa Barat. “Semoga ada kesempatan. Itu sudah cita-cita saya (gabung Persib Bandung),” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here