Pertimbangan Pelatih PSS Sleman Mainkan Enam Pilar Baru

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro saat memberikan arahan pada pemain dalam sesi latihan di Lapangan UNY, Depok, Sleman, Kamis (2/8/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

PSS Sleman langsung memainkan enam pilar baru saat menahan imbang Persita Tangerang 1-1 di Stadion Benteng Taruna, Jumat (26/10/2018). Keputusan itu terbilang mengejutkan mengingat Asyraq Gufron dan kawan-kawan baru merapat sepekan.

Ada tiga pemain baru di sektor belakang. Asyraq Gufron dan Ikhwan Ciptady yang dua musim berduet di Persis Solo langsung diberi kepercayaan.

Di sektor kiri ada Aditya Putra Dewa yang didatangkan dari Martapura FC. Praktis sosok penggawa lama hanya menyisakan Bagus Nirwanto.

Lalu di sektor tengah ada Busari. Pemain gaek ini berkombinasi dengan Ahmad Marzukih dan Ichsan Pratama. Lalu sektor sayap ada nama Rossy Noprihanis yang menjadi winger.

Selain lima pemain yang masuk starting eleven, ada pula Qischil Gandrum Minny. Eks kapten Martapura FC ini baru masuk pada pertengahan babak kedua, menggantikan Rangga Muslim.

Qischil pun menjawab kepercayaan pelatih. Dia menjadi penyelamat PSS Sleman dari kekalahan. Gol cantik dicetaknya menit ke-93, untuk membuat laga berakhir dengan skor 1-1.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro punya pertimbangan sendiri memainkan enam pemain baru. Dia mengaku dalam sesi latihan tak pernah memandang status pemain. Baginya, pemain baru dan pemain lama punya peluang sama untuk masuk tim utama.

“Adaptasi para pemain baru cukup lumayan, walaupun belum seutuhnya. Kedepan tetap kita rotasi. Artinya siapa yang terbaik dalam latihan akan kita tampilkan,” terang Seto dalam jumpa pers di Stadion Benteng Taruna, Jumat (26/10/2018).

Penampilan dalam partai pertama tentu saja cukup memuaskan. Namun Seto memastikan, enam pemain baru ini belum tentu tampil lagi pada laga berikutnya. Apalagi para pemain yang tak diboyong ke Sleman juga memiliki kualitas untuk masuk starting eleven.

Nofik Lukman Hakim