Pindah Homebase hingga Ganti Pelatih di Tengah Musim, Jadi Sedikit Alasan Kegagalan Persis Solo Musim Ini

Penggawa Persis Solo saat merayakan gol yang dicetak Soni Setiawan pada laga lawan PSIR Rembang di Stadion Wilis Madiun, Minggu (7/10/2018). Foto : Richie Setiawan

Kegagalan Persis Solo di babak 8 besar Liga 2 2018 tentu membuah banyak pendukungnya kecewa. Banyak pertanyaan “kenapa” kejadian tersebut bisa terjadi.

Hal inilah yang menginisiasi salah satu firm di Surakartan, yakni Campus Boys 1923 menggelar sebuah acara diskusi dan tanya jawab, di Pasar Gede Kota Solo, Sabtu malam (27/10).

Acara ini tak hanya dihadiri anggota Surakartans, beberapa anggota Pasoepati dan pecinta sepakbola Solo juga hadir di acara ini. Untuk narasumber, manajemen, hingga panpel juga turun hadir untuk memberi penjelasan terkait rapor Persis di musim ini.

Salah satu peserta acara sempat menanyakan perihal kegagalan Persis di musim ini, khususnya terkait gagalnya Laskar Sambernyawa lolos ke babak 8 besar.

”Setelah pindah ke Madiun, psikis pemain memang kena, karena ada perubahan besar ketika harus bermain di Solo lalu kemudian ke Madiun,” terang salah satu perwakilan manajemen Persis, Bona Syarifudin.

Jauhnya jarak Solo ke Madiun memang jadi alasan aura pertandingan kandang Persis Solo, sedikit menurun. Pindah homebase tersebut juga lantaran Stadion Manahan tengah direvitalisasi, hal ini membuat Persis harus memutuskan pindah ke Stadion Wilis Madiun.

Stadion Sriwedari yang jadi kandang kedua Persis, ternyata tak bisa digunakan karena masalah perizinan dari pihak kepolisian yang tidak bisa didapatkan oleh pihak panpel.

“Musim kemarin kita digembosi karena sanksi, dan musim ini kita terkendala adanya renovasi Manahan,” terangnya.

beberapa pihak mengakui salah satu faktor utama kegagalan Persis ada pada perubahan pelatih di pertengahan kompetisi. Seperti yang diketahui, manajemen memutuskan untuk memutus kontrak Jafri Sastra karena alasan performa tim Persis menurun.

Agus Yuwono yang didatangkan dari Persiwa Wamena sendiri tak 100 persen bisa menolong Persis untuk bangkit.

Para suporter Persis Solo, baik Pasoepati dan Surakartans berharap  Manajemen yang akan dibentuk di musim mendatang benar benar mencintai Persis dengan sepenuh hati. Pemain yang direkrut juga punya kualitas yang mempuni untuk membawa Persis benar-benar bisa menginjakkan kaki di Liga 1

Nofik Lukman Hakim