PS Mojokerto Putra Optimis Keangkeran Stadion Gajah Mada Bisa Tetap Terjaga

Bek Semeru FC, Slamet Sampurno mengawal ketat pergerakan penyerang PSMP, Indra Setiawan dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto, Jumat (14/9/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

Nama Indra Setiawan tentu akan jadi salah satu sosok yang jadi sorotan peserta 8 besar Liga 2 2018, khususnay di grup A. Top skor sementara Liga 2 musim ini asal PS Mojokerto Putra tersebut, tentu punya potensi besar untuk kembali menambah pundi-pundi golnya di babak 8 besar.

”Kami sadar pamor Indra tengah menanjak, tentu dia akan jadi targetman untuk dihalau oleh tim yang akan kita hadapi nanti. Ruang gerak Indra pasti akan ditutup rapat, tapi kita tidak masalah, karena pemain lainnya malah bisa leluasa mengambil peran bermain pastinya,” terang Pelatih PS Mojokerto Putra, Jamal Yasto.

PSMP sendiri akan masuk di grup A bersama Semen Padang, Kalteng Putra, dan Aceh United. Menanggapi calon lawannya tersebut, Jamal Yasto mengaku cukup optimis timnya bisa membuat kejutan.

PSMP tercatat sebagai tim terhebat di Liga 2 2018, khususnya untuk catatan kemenangan di laga kandang. Tim selalu sukses meraih kemenangan saat bermain di Stadion Gajah Mada.

Jika ingat tahu berapa angkernya, tentu bisa lihat statistik yang ada. Dari 11 laga babak penyisihan grup timur, PSMP selalu menang. Dengan raihan 29 kali sukses mencetak gol ke gawang lawan dari 11 laga di Stadion Gajah Mada. Bahkan hanya lima gol yang bersarang di gawang mereka ketika bermain di rumah sendiri.

”Kami tetap optimis kemenangan bisa kembali kita raih di satu laga ke laga berikutnya. Kalau menang di kandang itu hukumnya wajib, sembari berjuang membuahkan hasil kemenangan di laga tandang,” terangnya.

PSMP bahkan hanya bisa meraih empat poin dari 11 kali laga tandang. Yakni menang atas Persegres Gresik, dan sukses menahan seri tuan rumah PSIM Jogja di Stadion Bantul. Selebihnya, tim ini meraih 9 kali kekalahan di kandang lawan.

”Inilah yang perlu dibenahi, tentu banyak problem, kenapa kita gagal. Tapi menang di Padang, Palangkaraya maupun Aceh tentu bukan perkara yang mudah,” tuturnya