Sudah Kalah Telak di Cilegon, Bus Persiraja Masih Dilempar Batu

0
Kaca bus yang ditumpangi rombongan tim Persiraja pecah dilempar oknum pendukung tuan rumah Cilegon United, usai laga di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Rabu (3/10/2018). Foto : Media Officer Persiraja

Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi Persiraja Banda Aceh di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Rabu (3/10/2018) sore.

Sudah dilibas tuan rumah Cilegon United 4-0, kaca bus yang ditumpangi penggawa Persiraja pecah setelah dilempar batu oleh oknum suporter tuan rumah.

Empat gol tuan rumah dicetak Ervin Rianto menit ke-11 dan 75, Hari Habrian menit ke-36 serta Ade Ivan menit ke-71. Kekalahan ini membuat Persiraja melorot dua tingkat ke posisi empat klasemen grup barat.

Skuad besutan Akhyar Ilyas diserobot Persis Solo dan Aceh United yang meraih kemenangan di partai ke-20. Persis Solo mengalahkan Persika Karawang 2-0. Sedangkan Aceh United mempermalukan tuan rumah PSPS Riau 2-1.

Persis Solo dan Aceh United saat ini mengoleksi 32 poin, disusul Persiraja dengan 29 poin. Puncak klasemen masih ditempati Semen Padang dengan 35 poin. Jarak poin bisa melebar lantaran Semen Padang baru melakoni partai ke-20 melawan Perserang Serang, Kamis (4/10/2018).

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas mengaku hasil ini jauh diluar prediksi. Dari sisi strategi, timnya tidak kalah. Gol yang tercipta lebih kepada kesalahan individual pemain.

“Beberapa gol terjadi karena kesalahan individual. Dua di antaranya deflection, itu tidak kita duga. Kita akan benahi untuk partai kandang,” terang Akhyar Ilyas kepada KAMPIUN.ID, Rabu (3/10/2018) malam.

Akhyar pun mengakui juga sengaja menyimpan beberapa pemain dalam laga ini. Pihaknya lebih melihat peluang untuk menang dalam dua partai terakhir lawan Aceh United dan Persik Kendal.

“Sejak awal memang kita lebih fokus ke partai kandang. Kita jaga pemain, jangan sampai kena akumulasi di dua partai terakhir,” jelas Akhyar.

Di luar jalannya pertandingan, Akhyar membenarkan adanya pelemparan batu ke arah bus yang menyebabkan kaca pecah. Untung saja, batu maupun pecahan kaca ini tak mengenai pemain maupun offisial Persiraja.

“Mungkin pendukung tuan rumah kecewa setelah kita melakukan protes keras pada akhir pertandingan. Protes keras itu kita lancarkan karena pemain kita kena kartu merah. Padahal tidak ada pelanggaran keras,” tuturnya.

“(Soal pelaporan ke PSSI) biar itu manajemen yang tindak lanjuti. Pelatih dan pemain fokus ke partai lawan Aceh United,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here