Sukses Promosi ke Kasta Tertinggi Liga Malaysia, Klub David Laly Malah Membubarkan Diri

David laly (bawah pojoik kiri) saat menjadi pemain inti klub Felcra FC. FOTO: Official Felcra FC.

Berhasil promosi ke kasta tertinggi Liga Super Malaysia musim depan, ternyata tidak membuat tim Felcra FC siap. Tim yang musim lalu finis di posisi kedua Liga Primier Malaysia (kasta kedua Malaysia) tersebut ternyata dikabarkan membubarkan timnya.

“Felcra FC akan dibubarkan karena memerlukan pembiayaan hingga 8 juta ringgit per tahun (Rp 29, 2 miliar) dan tidak memberi keuntungan,” kata Ketua Felcra, Datuk Mohd Nageeb Abdul Wahab yang dilansir dari Berita Harian.

Kabar ini tentu cukup mengejutkan, padahal perjuangan tim ini musim lalu cukup superior. Tim ini finis di posisi kedua dengan poin 34, terpaut sembilan poin dari Felda United yang jadi juara kompetisi kasta kedua Liga Malaysia tersebut. Felda United dan felcra juga sukses mendapat tiket promosi ke kasta tertinggi.

Di tim ini terselip satu nama pemain asal Indonesia, yakni David Laly yang ikut membawa Felcra promosi musim lalu

Mohd Nageeb menambahkan langkah terbaik setelah menilai situasi ekonomi terkini adalah dengan membubarkan Felcra FC untuk memastikan kas perusahaan tetap stabil.

Felcra FC baru berkiprah selama enam tahun di kancah Liga Malaysia.

Sepanjang musim 2018, tim asuhan pelatih asal Brasil, Tarcisio Pugliese, itu bermain apik dengan merebut tiket promosi. David Laly juga ikut berkontribusi.

Namun, alih-alih kontraknya diperpanjang dan berpeluang tampil di Liga Super Malaysia 2019, David Laly harus rela melihat klub yang dibelanya harus dibubarkan.

Sementara itu, federasi sepakbola Malaysia (MFL) belum menerima apa-apa terkait usulan pembubaran Felcra FC.

Menurut sumber terdekat MFL, badan yang mengendali Liga Malaysia itu juga tidak menerima surat pengunduran diri tim Felcra dari kompetisi Liga Super Malaysia.

“Kami belum kabar apapun mengenai pembubaran skuad mereka,” ungkap salah satu tokoh tersebut.