Tahan Imbang Persita di Benteng Taruna, Ini Kata Pelatih PSS Sleman

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. Foto : Richie Setiawan

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro puas dengan keberhasilan mencuri satu poin di markas Persita Tangerang. Raihan satu poin ini menjadi modal menatap persaingan ketat grup B dalam babak 8 besar Liga 2 2018.

Gol telat dicetak Qischil Gandrum Minny menit ke-93. Gol tercipta setelah Qischil menyambar bola liar di depan gawang Persita. Sebelum gol Qischil, Persita unggul lebih dulu lewat kaki Hari Habrian menit ke-23.

Seto menilai hasil imbang di Stadion Benteng Taruna, Jumat (26/10/2018), sudah sesuai target.

Dia menyebut timnya dinaungi keberuntungan lantaran mencetak gol pada menit-menit akhir dan dalam kondisi sepuluh pemain.

“Kita puas dengan hasil ini. Memang kita ingin setiap away bisa curi poin, minimal satu poin dan kali ini tercapai. Ini laga menarik, kedua tim silih berganti menyerang,” terang Seto dalam jumpa pers usai pertandingan.

“Kita apresiasi perjuangan para pemain. Dengan sepuluh pemain justru bisa mencetak gol. Kami juga beruntung bisa mencetak gol di menit akhir. Apresiasi ke suporter yang mendukung kami dan masyarakat Sleman yang mendoakan kami untuk selalu memenangkan pertandingan,” lanjutnya.

Meski sudah sesuai target, Seto menilai ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan sepulang dari Tangerang. Menurutnya, ada beberapa sektor yang harus dilakukan pembenahan.

“Catatan tetap ada. Beberapa sektor harus kita benahi, salah satunya lini tengah. Jarak antarlini harus kita perbaiki lagi,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim