Tekad Kuat PSBS Biak Bertahan di Liga 2

Para penggawa PSBS Biak saat merayakan gol ke gawang Madura FC dalam laga lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Cendrawasih, Biak Numfor, Jumat (5/10/2018). Foto : Media Officer PSBS Biak

PSBS Biak memasang target poin penuh saat menjamu Blitar United dalam laga pamungkas fase grup di Stadion Cendrawasih, Biak Numfor, Senin (15/10/2018) sore. Tiga poin dibutuhkan untuk memastikan tempat di Liga 2 2019.

PSBS masih bersaing ketat dengan Persiba Balikpapan dan Persegres Gresik. Ketiga tim ini berusaha menghindari satu tiket terjerumus ke Liga 3 2019. Dalam klasemen, Persiba mengoleksi 24 poin, disusul PSBS dan Persegres dengan 23 poin.

Bagi PSBS, kemenangan dengan skor berapapun sudah memastikan tempat di Liga 2 2019. Pasalnya, mereka unggul head to head atas Persegres. Untuk itu, segala daya dan upaya akan dilakukan untuk mengalahkan Blitar United.

Pelatih PSBS Biak, Slamet Riyadi memastikan skuadnya dalam kondisi prima. Laga ini ibarat partai final bagi timnya. Untuk itu, tim pelatih berharap para pemain bisa menampilkan peforma maksimal sejak menit pertama.

“Ini pertandingan final untuk kita, hidup mati. Kita ingin tentukan nasib kita sendiri. Saya berharap para pemain bukan saja mengeluarkan kemampuan 100 persen, tapi lebih dari itu. Karena ini satu-satunya peluang untuk bertahan di Liga 2,” terang Slamet dalam jumpa pers, Minggu (14/10/2018).

Menurut Slamet, Blitar United merupakan salah satu tim kuat di grup timur. Namun dengan tak berpengaruhnya laga ini untuk Blitar United, ada harapan sang lawan tak bermain ngotot lagi.

“Blitar tidak ada peluang ke 8 besar, juga sudah aman dari degradasi. Harapannya mereka tidak bermain ngotot. Mudah-mudahan kita bisa memenangkan pertandingan ini,” tutur pelatih asal Medan ini.

Terpisah, Pelatih Blitar United Bonggo Pribadi mengatakan, ada 14 pemain yang diboyong ke Biak. Meski laga ini tak lagi berarti apapun bagi timnya, Bonggo memastikan target curi poin tetap diusung M Rifky dan kawan-kawan.

“Kami bertekad untuk main baik, semaksimal yang kami bisa. Kami ingin mengakhiri kompetisi dengan happy ending,” ucap Bonggo.

Nofik Lukman Hakim