Tim Pencari Fakta PSSI: Ada yang Tidak Puas Tentu Wajar

0
Laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Foto: Official Liga 1

Tim Pencari Fakta (TPF) PSSI terus membahas soal insiden meninggalnya suporter Persija Jakarta bernama Haringga Sirilla. Pihaknya berharap keputusan Komite Disiplin (Komdis) terhadap Persib dan Persija menjadi awal momentum perbaikan sepakbola Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh Ketua TPF, Gusti Randa yang dibentuk cepat oleh PSSI dengan durasi lima hari kerja yang terhitung dari mulai Jumat pekan lalu dan berakhir Senin. TPF bentukan PSSI diisi sembilan orang yakni Gusti Randa, Yoyok Sukawi, Pieter Tanuri, Yunus Nusi, Nugroho Setiawan, Asep Saputra, Laurent Albinus, Arek Patilatu, Fahmi Adlan.

“Prosesnya begitu kami ditunjuk, TPF bekerja dengan cepat agar produk bisa segera dikirimkan ke Komdis dan ke federasi. Produk dari TPF yang diberikan ke Komdis, bukan satu-satunya informasi di mana Komdis ambil keputusan, karena Komdis reguler ambil dari berbagai macam sumber. TPF hanya memperkaya dan memberi informasi ke Komdis agar tepat, tegas,” kata Gusti Randa yang dilansir dari situs resmi PSSI.

Keputusan Komdis untuk Persib diantaranya dihukum menjalani pertandingan kandang di luar pulau Jawa tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi Liga 1 2018. Selain itu, Persib masih tak diperbolehkan menggelar partai kandang di Bandung dengan penonton selama setengah musim 2019.

“Bahwa apa yang telah diputuskan, apa yang telah direkomendasikan, ini menjadi start awal momentum untuk perbaikan keseluruhan. Apalagi slogan PSSI bahwa sepak bola Indonesia itu harus bermartabat. Ayo kita mulai,” tambah pria yang juga Komite Eksekutif PSSI ini.

“Bagi mereka yang tidak puas, itu wajar. Merasa tidak adil dan seterusnya, silakan banding. Yang dahulu bagaimana? Tentu pengalaman-pengalaman itu akan menjadi pembelajaran,” sambungnya.

Gusti juga menyatakan Persib bila akan banding silahkan diajukan kepada Komite Banding (Komding), lantaran PSSI sudah tidak bisa mencampuri keputusan yang sudah dibuat oleh Komdis.

Gusti juga menyatakan bahwa keputusan Komdis harus dijadikan pelajaran bukan saja ke klub yang disanksi, tapi untuk seluruh klub Liga 1 dan Liga 2, dalam pengertian lain untuk seluruh klub sepak bola yang ada di yuridiksi PSSI.

“Selain ke Komdis, kami juga serahkan hasil ke federasi, karena itu sesuai Surat Keputusan (SK) dan ketika Kemenpora minta ke federasi, silakan,” tukas Gusti Randa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here