Bisa Apa Kalteng Putra Tanpa Bomber Liga 1 Ini?

Penyerang Kalteng Putra, Kushedya Hari Yudo saat coba melewati hadangan pemain PSMP Mojokerto, Samsul Pelu dalam laga di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto. Foto : Nofik Lukman Hakim

Kushedya Hari Yudo dipastikan absen saat Kalteng Putra menghadapi PSS Sleman pada leg pertama babak semifinal Liga 2 2018 di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Minggu (25/11/2018) sore. Pemain asal Malang harus menepi karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Kehilangan Kushedya berpotensi mengurangi kekuatan tuan rumah. Pada babak 8 besar lalu, 75 persen gol Laskar Isen Mulang berasal dari kaki dan kepalanya. Sementara 25 persen lain berasal dari I Made Adi Wirahadi dan Ugiek Sugianto.

Kehilangan pemain yang pernah merasakan kompetisi kasta tertinggi bersama Persegres Gresik ini menjadi ujian tersendiri bagi Kalteng Putra. Siswanto, Ugiek, Made Wirahadi dan Beni Okto bisa memberi bukti bahwa pengalamannya berpengaruh besar pada kekuatan Kalteng Putra.

Pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi menilai absennya Kushedya bukan masalah besar. Masih ada pemain-pemain lain yang bisa berperan sebagai kran gol Kalteng Putra.

“Masih ada Siswanto, Beni Okto dan M Rais yang bisa menggantikan Kushedya. Kami optimis bisa menjaga tren bagus di kandang,” terang Kas Hartadi, Sabtu (24/11/2018).

Pada pertemuan fase grup di Tuah Pahoe, Kalteng Putra unggul 1-0 lewat penalti Taufik Kasrun menit ke-49. Meski menang, dalam laga itu PSS Sleman lebih unggul dalam penguasaan bola.

Dari data statistik Kalteng Putra, kala itu skuad besutan Seto Nurdiyantoro mencatatkan penguasaan bola 62 persen. Ada delapan tembakan ke gawang Riki Pambudi, namun hanya satu peluang yang mengarah. Tujuh lainnya melenceng ke sisi kanan, kiri dan atas gawang Kalteng Putra.

Kas Hartadi mengatakan, timnya mewaspadai kekuatan PSS Sleman yang mencatatkan kemenangan fantastis dalam dua laga terakhir. Dia pun menyiapkan penjagaan ketat untuk meredam Cristian Gonzales yang sudah mengemas 12 gol.

“Kami akan memberikan perhatian lebih pada Gonzales jika diturunkan,” pungkas mantan pelatih Sriwijaya FC ini.

Nofik Lukman Hakim