Catatkan Hattrick Perdana, Azka Fauzi Incar Gawang PSS Sleman

Selebrasi Azka Fauzi usai menjebol gawang Madura FC dalam laga babak 8 besar Liga 2 2018 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (17/11/2018). Foto : Media Officer Persiraja

Azka Fauzi sukses membungkam kritik yang ditujukan padanya selama membela Persiraja Banda Aceh. Eks penyerang Persis Solo itu memborong tiga gol kemenangan Laskar Rencong atas Madura FC 3-0 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (17/11/2018).

Tiga gol ini benar-benar jadi pembuktian Azka Fauzi. Meski dua dari tiga gol dicetak dari titik putih, bukan tugas mudah menjadi eksekutor di saat-saat genting. Apalagi Persiraja memang wajib menang dengan selisih tiga gol agar unggul head to head atas Madura FC.

Tiga gol ini melengkapi catatan golnya di Liga 2 2018. Sebelum gabung Persiraja, Azka Fauzi sudah lebih dulu membukukan lima gol saat memperkuat Persis Solo pada fase grup.

Kepada KAMPIUN.ID, Azka Fauzi pun berbagi kegembiraan atas hattrick pertamanya di kompetisi profesional. Dia mengaku senang bisa berkontribusi maksimal pada klub yang dibelanya.

“Alhamdulilah dengan gol hari ini, sangat bersyukur sekali. Baru pertama ini saya bisa cetak hattrick di Liga,” terang Azka Fauzi usai pertandingan.

Catatan sejarah dalam karirnya ini menjadi penyemangat menuju laga pamungkas babak 8 besar Liga 2. Persiraja akan menantang tuan rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (21/11/2018).

Azka berharap bisa tampil maksimal andai kembali dipercaya pelatih Akhyar Ilyas untuk masuk starting eleven. Gawang PSS Sleman pun masuk dalam bidikannya.

“Target pribadi ingin kasih yang terbaik saat lawan PSS Sleman. Persiraja hanya butuh satu poin saja untuk masuk ke semifinal. Semua tidak ada yang tidak mungkin,” tuturnya.

Di Sleman nanti, Azka Fauzi akan berjumpa lagi dengan Asyraq Gufron Ramadhan dan Ikhwan Ciptady. Ketiga pemain ini sama-sama membela Persis Solo pada fase grup lalu.

Setelah Persis Solo gagal melenggang ke babak 8 besar, Azka dan Johan Yoga gabung Persiraja. Sementara Gufron dan Ikhwan merapat ke Sleman. Tentu saja mereka sudah saling mengerti kelebihan dan kelemahan mantan rekannya.

“Iya, mereka pernah satu tim dengan saya sewaktu di Solo. Kurang lebih akan begitulah (mengerti kelebihan dan kelemahan mantan rekannya),” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim