Ini Komentar Pelatih PSMP Setelah Kalahkan Semen Padang

Pelatih PSMP Mojokerto, Jamal Yastro saat berbincang dengan Salim Ohorella usai pertaningan lawan Semeru FC dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto, Jumat (14/9/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

PSMP Mojokerto sukses menuntaskan ambisi mengalahkan Semen Padang 3-1 di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto, Rabu (14/11/2018) sore. Kemenangan ini membuka kans melenggang ke babak semifinal Liga 2 2018.

Tiga gol kemenangan PSMP dicetak Indra Setiawan menit ke-22, Haris Tuharea menit ke-43 dan Ricky Kambuaya menit ke-50. Sementara satu gol balasan Semen Padang tercipta menit ke-91 lewat Abdul Rahman Lestaluhu.

Kemenangan ini membuat PSMP kembali memuncaki klasemen grup A. PSMP mengoleksi sembilan poin, mengungguli Kalteng Putra dan Semen Padang dengan tujuh poin, serta Aceh United dengan dua poin.

Pelatih PSMP Jamal Yastro puas dengan kemenangan yang diraih. Ambisi sapu bersih laga kandang bisa tercapai. Hanya saja pemain kembali membuat kesalahan pada akhir laga hingga gawang Putut Wijiarto kembali kebobolan.

“Awal pertandingan permainannya kurang enak, pemain tegang, banyak membuat kesalahan. Tuntutan harus menang mungkin juga jadi beban. Setelah tercipta gol pertama baru enak, sesuai pola,” terang Jamal dalam jumpa pers usai pertandingan.

Jamal mengakui laga ini berjalan cukup keras. Pemain dari kedua tim kerap terlibat duel yang memaksa wasit menghentikan pertandingan. Namun dia kecewa dengan keputusan wasit yang royal memberikan kartu pada pemainnya. Tercatat ada lima kartu yang diterima anak asuhnya.

“Ini masalah buat kami. Setiap 8 besar pasti dikerjai seperti ini. Musim lalu saat 8 besar kita dikerjai habis-habisan saat laga lawan PSPS Riau. Soal adanya dua penalti, ya itu keputusan murni. Ada sentuhan disana,” ucapnya.

Jamal memastikan PSMP tak akan hanya berhenti di babak 8 besar. Semua tim pelatih dan pemain sudah sepakat untuk melanjutkan perjuangan menuju Liga 1 2019.

“Target 8 besar memang sudah terpenuhi, tapi tidak ada salahnya kita sebagai putra daerah, sebagai pelatih mengangkat tim ini lebih baik. Siapa pantang menyerang, bekerja keras, itu yang akan memenangkan pertandingan,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim