Manajemen Persiraja: Fans dan Klub Tak Bisa Dipisahkan

Tim pelatih dan pemain saat bersuka cita merayakan kemenangan atas PSS Sleman di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Kamis (1/11/2018). Foto : Media Officer Persiraja

Persiraja Banda Aceh akan menantang Persita Tangerang di Stadion H Dimurthala, Minggu (5/11/2018), ternyata Manajemen Persiraja Banda Aceh menggelar acara seru-seruan dengan para fans Persiraja di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (3/11) malam.

Acara ini berupa laga persahabatan sepak bola manajemen melawan fans dan suporter Lantak Laju–julukan Persiraja–di Stadion H Dhimurthala.

Dalam pertandingan tersebut, manajemen Persiraja akan diperkuat langsung oleh Kadispora Banda Aceh, Hamdani Basyah, Pelatih Kepala Persiraja, Akhyar Ilyas, Wahyu AW dan Sisgiardi.

“Kegiatan ini juga untuk ajang silaturahmi antara manajemen Persiraja dengan fans dan suporter. Bagi saya fans dan suporter itu tidak bisa dipisahkan dengan klub,” kata Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam yang dilansir dari situs resmi klub.

Menurut Dek Gam -sapaan Nazaruddin- dukungan fans dan suporter ketika pertandingan akan memberi efek positif bagi pemain di lapangan. Bahkan, Dek Gam menilai sepak bola tanpa fans dan suporter itu ibarat sayur tanpa garam.

“Fans dan suporter ibarat seperti roh yang bisa memberikan suntikan kepada para pemain agar bertambah semangat dalam bertanding di lapangan. Apalagi ketika bermain di kandang sendiri, kehadiran fans dan suporter akan menambah tenaga baru bagi pemain,” ungkapnya.

Baginya, kemenangan-kemenangan di kandang menjadi bukti kalau kehadiran fans dan suporter di lapangan memberikan energi positif kepada pemain. Dari 11 laga kandang di fase penyisihan grup, mencatatkan sembilan kemenangan dan hanya dua kali menuai hasil seri.

“Ketika bermain dengan PSS Sleman, padahal kita sudah kalah di babak pertama, berkat dukungan fans dan suporter, memberikan perubahan yang sangat bagus pada babak kedua, dan Allhamdulillah di babak kedua kita berhasil mencetak dua gol dan memenangkan permainan,” ujar Dek Gam.

Bahkan, Dek Gam sangat mengapresiasi fans dan suporter Persiraja, yang santun dan tidak melakukan ha-hal yang tidak diinginkan seperti melempar botol minuman dan menghidupkan kembang api ketika bertandingan berlangsung.

Terakhir ketika melawan PSS Sleman, fans dan suporter mengeluarkan salah seorang oknum penonton yang tertangkap tangan melempar botol minuman ke lapangan.

“Artinya kekompakan untuk menjaga itu luar biasa, saya bangga dan salut kepada fans dan suporter Persiraja, ini yang harus kita jaga bersama demi kemajuan sepak bola di Indonesia khususnya Aceh,” ungkapnya.