Bambang Suryo Belum 100 Persen Taubat, Ini Buktinya

manajer Persekam Metro FC Bambang Suryo (kanan). Foto: Instagram Persekam Metro FC

Bambang Suryo (BS) jadi perbincangan publik, belakangan ini. Dirinya muncul di talkshow Mata Najwa di Trans 7 di dua sesi. Dirinya buka-bukaan soal mafia pertandingan, dan ini yang jadi perbincangan publik.

Yang paling menggegerkan saat dia menyebut sosok “sentoloyo” sebagai salah satu mafia pertandingan di Liga . Yang disitu dirinya menjelaskan bahwa sosok tersebut adalah Vigit Waluyo.

Pria berkepala plontos ini mengakui banyak pertandingan di kasta kedua Liga Indonesia, ada campur tangan mantan manajer Deltras Sidoarjo perihal hal nonteknis.

Alih-alih mengumbar ungkapan sudah taubat dan insaf dari aksinya sebagai mafia pertandingan, BS ternyata malah disanksi komdis PSSI karena mencoba untuk mengatur skor di Liga 3. Itu terjadi kepada kubu PS Ngada di kompetisi Liga 3 2018.

Berikut sisi lain ‘Sentoloyo-nya” Bambang Suryo:

TIDAK 100 PERSEN INSAF

Usai acara talk show Mata Najwa bertajuk PSSI Bisa Apa jilid 1, ternyata publik kembali geger karena pernyataan pelatih PS Ngada. Kletus Marselinus Gabhe mengaku ditelpon oleh BS dua kali.

Dalam pembicaraan tersebut, dirinya ditawari untuk berduet dengan Persekam Metro FC untuk bisa lolos bersama.

BS menawarkan ajakan untuk menyetor uang pelicin untuk bisa menembus babak 16 besar Liga 3 2018. Uang sejumlah Rp 200 juta bakal disetorkan ke Joko Driyono (Wakil Ketua Umum PSSI) dan Andi Darussalam (manten pengurus PSSI). dalam negosiasi itu PS Ngada dan Persekam diajak untuk mau patungan menyetor masing-masing Rp 100 juta untuk bisa meloloskan langkah mereka ke babak selanjutnya.

Beruntung rasa penasaran PS Ngada membuat mereka merekam transaksi dengan kata kunci “ada target kah” tersebut.

”Pas saya lihat Mata Najwa pak BS bilang sudah insaf, namun ternyata kenapa dia melobi tim saya untuk lolos. Saya bilang tidak bisa karena memang tim kami inginnya bermain lurus saja, toh kami tak punya uang sebesar itu juga,” terang pelatih PS Ngada.

Jauh sebelum BS mengakui bahwa yang menelpon pelatih PS Ngada itu adalah dirinya di Mata Najwa jilid kedua, Manajer Persekam Metro FC ini memang sudah terbuka bahwa dialah yang menelponnya kepada KAMPIUN.ID.

“Toh kenyataanya kita gagal lolos. Buktinya kita kalah dari PS Ngada 2-0, Persik Kediri 6-0, dan Persitoli Tolikara 2-1,” ucapnya kala itu kepada KAMPIUN.

Namun ungkapan berbeda dia utarakan di Mata Najwa, yang akhirnya skakmat buat dirinya tersebut. Itu setelah dirinya dirinya harus langsung bertetapan dengan coach Kletus Marselinus Gabhe yang ditelponnya secara langsung.

Bambang akhirnya mengaku bahwa benar bahwa yang menelfon itu dirinya. BS mengaku tujuan ia menelfon manager Ngada untuk mencari informasi apakah Ngada bermain atau tidak.

Bambang Suryo mengaku ia ingin menjebak karena kepolisian akan menangkapn ketika ada OTT.

Setelah itu, Kletus Marselinus Gabhe mengaku kejadian itu tidak biasa. Bambang Suryo lantas mengaku bahwa ia tidak bermain dalam hal uang.

“Ngapain kasih uang 100 juta, lha wong ngasih makan pemain 2 bulan aja terlambat,” ujar Bambang.

BS mengungkapkan dirinya sudah bertobat dan kini ia bekerja untuk menjebak agar oknum-oknum yang bermain dalam pengaturan skor terkena OTT.

”Saya hanya ingin menjebak,” ucapnya kala itu.

Berbagai sumpah dia utarakan bahwa sejak 2015 dirinya sudah insaf untuk bergelut dengan praktek mafia pertandingan, ternyata tak 100 persen benar. Nyatanya kejadian di Liga 3 2018 membuktikan bahwa BS belum 100 persen insaf dari prakter mafia pertandingan.

DIHUKUM SEUMUR HIDUP DUA KALI

Bambang Suryo ternyata sempat terkena hukuman larangan seumur hidup beraktivitas di kompetisi dibawah payung PSSi pada 2015. Namun, pada 2016 atau awal kepemimpinan Edy Rahmayadi saat Kongres PSSI di Bandung, hukuman seumur hidup Bambang Suryo dicabut dan kembali dibebaskan.

Setelah bisa kembali bebas untuk membentuk tim untuk terjun di kompetisi PSSi, BS akhirnya membangun tim Persekam Mentro FC. Nyatanya kasus penyuapan dengan tim PS ngada membuat dirinya kembali harus mendapat sanksi dari komdis.

Lucunya sanksi tersebut sama seperti 2015 silam, yakni larangan beraktivitas di lingkup kompetisi PSSI seumur hidup.