Eks Timnas Indonesia Bantu Bangkitkan Sepak Bola Salatiga

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono saat berpartisipasi dalam laga uji coba Alumni Diklat Salatiga melawan PSIS Legend di Salatiga, Sabtu (22/12/2018). Foto : Istimewa/Adi

Tak terbantahkan lagi jika Kota Salatiga menjadi salah satu produsen pesepakbola nasional. Sudah tak terhitung berapa jumlah pemain yang pernah ditempa di Salatiga, kemudian meraih prestasi bersama klub maupun Timnas Indonesia.

Para pemain itu digembleng di pusat latihan bernama Diklat Salatiga. Dari diklat ini terlahir pemain-pemain top Tanah Air, seperti Bambang Pamungkas, Gendut Doni, Kurniawan Dwi Yulianto hingga Bayu Pradana.

Namun kini persepakbolaan Salatiga menurun drastis. Jumlah putra daerah yang sukses melaju ke pentas nasional terus melorot seiring pindahnya pusat pelatihan. Diklat Salatiga yang kini bernama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah berpusat di Semarang.

Penurunan prestasi Salatiga menimbulkan keprihatinan tersendiri. Para jebolan Diklat Salatiga punya keinginan agar persepakbolaan Salatiga bangkit lagi dan menjadi produsen pemain nasional.

Keinginan itu rupanya tak sekadar diungkapkan lewat kata-kata. Kurniawan dan kawan-kawan yang kini sudah menyebar ke berbagai daerah balik ke Salatiga lagi. Mereka hadir dalam temu kangen alumni Diklat Salatiga, Sabtu-Minggu (22-23/12/2018) lalu.

Dalam kegiatan itu, sosok-sosok yang pernah mengharumkan nama Timnas Indonesia balik lagi. Mereka menggelar acara coaching clinic, bertemu Walikota Salatiga serta menggelar laga amal melawan PSIS Legend, PSS Legend, Persis Legend dan Salatiga Allstar.

Kurniawan Dwi Yulianto saat berpartisipasi dalam laga uji coba Alumni Diklat Salatiga melawan PSIS Legend di Salatiga, Sabtu (22/12/2018). Foto : Istimewa/Adi

Dikatakan Ketua Alumni Diklat Salatiga, Kurniawan Dwi Yulianto, temu kangen ini sejatinya menjadi kesempatan ketiga. Sebelum ini, sudah dua kali para alumni mengadakan acara di Jakarta. Lantaran animo cukup tinggi, munculah ide untuk “membalas” jasa Salatiga melalui kegiatan yang melibatkan para alumni.

“Kami berharap kedatangan para alumni bisa membangkitkan lagi persepakbolaan di Salatiga,” terang Kurniawan, Sabtu (22/12/2018).

Hal sama juga diungkapkan Gendut Doni Christiawan. Top skorer Piala Tigers 2000 ini menilai kans Salatiga untuk mengulang prestasi sebagai penghasil pemain nasional terbuka lebar. Dalam coaching clinic, peserta berusia 8-12 tahun memperlihatkan potensi yang menjanjikan.

“Semoga acara ini menjadi cambut untuk pembinaan pemain di Salatiga. Kedepan terlahir lagi pemain Timnas dari Salatiga,” ucap Gendut Doni.

Alumni Diklat Salatiga, M Budiana saat memberikan coaching clinic kepada siswa SSB di Salatiga, Minggu (23/12/2018). Foto : Istimewa/Adi

Selain dihadiri para alumni, ada pula Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Pihaknya mengaku kagum dengan kepedulian alumni Diklat Salatiga yang menularkan ilmunya ke talenta-talenta muda lewat kegiatan coaching clinic.

Joko Driyono berharap ilmu yang dimiliki Kurniawan dkk tak hanya disalurkan lewat kegiatan di Salatiga, namun juga seluruh daerah di Indonesia

Nofik Lukman Hakim