Kata Riskal Susanto Soal Perjalanan dan Target PSIM Jogja ke Liga 1

Pemain asal Samarinda berposisis bek kanan, Riskal Susanto. Foto : Nofik Lukman Hakim

Riskal Susanto masih punya keinginan untuk kembali berseragam PSIM Jogja. Baginya, dua musim terakhir menjadi sejarah luar biasa dalam catatan karir profesionalnya.

Pemain kelahiran 8 Juli 1992 ini mulai gabung Laskar Mataram pada tahun 2015. Sayangnya, pada tahun itu kompetisi batal diputar lantaran pembekuan PSSI oleh FIFA.

Riskal pun sempat merasakan berseragam 757 Kepri Jaya FC pada putaran pertama kompetisi Liga 2 2017. Barulah pada putaran kedua, Riskal kembali mengunci pos bek kanan PSIM yang sempat ditinggalkannya.

Hingga kini, Riskal menjadi bagian penting PSIM. Sebagai seorang pemain bertahan, tugasnya bukan saja menghalau serangan lawan, namun juga ikut membantu penyerangan.

“Dua musim ini begitu luar biasa. Musim ini kita bisa lolos degradasi meski mengawalinya dari minus sembilan poin. Musim sebelumnya PSIM juga lolos babak playoff. Alhamdulillah kita punya sejarah bersama PSIM,” terang Riskal kepada KAMPIUN.ID

Riskal tampil apik dalam dua musim. Dia turut menjadi leader ketika tim dalam kondisi tertekan. Wajar jika kemudian tawaran dari klub lain menghampirinya. Riskal mengatakan, keinginan untuk kembali mengenakan jersey PSIM masih tetap ada.

“Masalah tawaran belum saya pikirkan. Kalau rezekinya disini, insyaallah saya masih disini,” ucap Riskal yang sempat berseragam Borneo FC pada Piala Presiden 2018 lalu.

Para penggawa PSIM Jogja saat merasakan gol Riskal pada laga lawan PSCS Cilacap di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (31/3/2018). Foto : Richie Setiawan

Dua musim lepas dari jerat degradasi, kini suporter PSIM Jogja menginginkan target yang lebih tinggi. Ada keinginan agar PSIM Jogja bisa menyusul PSS Sleman yang musim ini promosi ke Liga 1 dengan status sebagai juara kasta kedua.

Keinginan itu ditunjukkan saat PSIM Jogja melakoni laga lawan PS TIRA dalam babak 64 besar Piala Indonesia 2018/2019. Puluhan spanduk yang berisikan tuntutan target Liga 1 dibentangkan di tribun Stadion Sultan Agung, Selasa (11/12/2018).

Riskal pun turut menanggapi hal itu. Menurutnya, wajar jika PSIM Jogja dituntut mulai berpikir target yang lebih tinggi. Apalagi Stadion Mandala Krida yang sudah dipercantik kemungkinan bisa dipakai lagi pada kompetisi musim depan.

“Normal sih ketika suporter menuntut target ke Liga 1. Musim depan kita punya stadion mewah, kita juga punya basis suporter yang luar biasa. Dengan status rival yang sudah naik kasta, mereka pasti juga punya keinginan sama pada tim ini,” tutur Riskal.

Nofik Lukman Hakim