Cedera Parah, Kapten Timnas U-19 Akan Menepi 3 Bulan ke Depan

Rachmat Irianto setelah menjalani operasi. Foto: Official Persebaya Surabaya.

SURABAYA – Cederanya bek Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto membuat sedih banyak orang. Terlebih kapten Timnas U-19 ini harus menjalani operasi pemasangan pen di telapa kakinya usai menjalani laga kontra Barito Putera (8/4/2018).

“Saya sama dia itu tidak pernah menangis, baru kali ini. Saya tahu Rian, dia orangnya kuat, kalau tidak parah dia tidak akan terbaring. Dia punya semangat tinggi mengalahkan aku saat masih muda dulu,” ujar sang ayah Bejo Sugiantoro yang dikutip dari situs resmi klub.

Rian sendiri menjalani operasi di National Hospital Surabaya pada pukul 10.30 WIB dan selesai pada pukul 12.30 WIB. Dalam operasi tersebut, Rian mendapat empat pen di telapak kaki kirinya.

Dokter  Pramono Ariwibowo Sp.OT yang menangani palang pintu Persebaya itu. Rencananya, Rian baru dapat keluar dari rumah sakit pada Kamis (12/4).

 Rian saat ini masih terbaring lemas di ruang operasi dan saat ini lagi menunggu efek reda dari obat bius pada kakinya. “Saya sehat, hanya saja saya merasa keram, kaki kanan saya tidak bisa gerak,” ujar Rian dari ruang operasi.

Lebih lanjut, Rian mengatakan ketika operasi tadi dirinya tidak merasa apapun.

“Tahu-tahu dokter bilang operasi sudah selesai. Saya ucapkan terimakasih atas doa dan dukungan dari sahabat sahabat sekalian. Saya ingin cepat sembuh dan membela Persebaya lagi,” ungkap kapten Timnas U-19 itu.

 Sementara itu bek Persebaya, Otavio Dutra menunjukan tanda-tanda mengalami cedera serius, stopper asal Brasil itu akan segera  menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari lutut kanannya yang mengalami cedera.

“Harapan saya tidak ada masalah berat dan tidak harus sampai operasi. Saya ingin kembali memperkuat tim. Saya tidak mau mereka berjuang sendirian,” ujar Dutra.

Kekuatan lini belakang Persebaya Surabaya benar-benar dalam krisis dalam beberapa pekan ke depan. Itu setelah dua stopper terbaik Green Force, Otavio Dutra dan Rachmat Irianto harus istirahat total dalam waktu lama setelah keduanya mengalami cedera parah saat melawan Barito Putera di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (8/4) lalu.

Rian mengalami cedera patah tulang kaki kiri. Agar sembuh total dan bisa kembali bermain bola, kapten Timnas U-19 itu harus istirahat total selama tiga bulan. Sementara Dutra, masih belum ada kepastian seberapa parah cedera yang dia alami.

“Karena saya harus menunggu hasil MRI ( Magnetic Resonance Imaging) untuk bisa memastikan cedera apa yang saya alami,” kata Dutra. Menurut pemain jangkung asal Brasil itu, proses MRI tersebut belum bisa dilakukan secepatnya karena lutut kanannya masih mengalami bengkak parah.

Dia sampai saat ini, masih belum bisa berjalan dengan sempurna. Bahkan, untuk turun dari anak tangga saja, dia mengeluh sakit yang hebat.

“Saya khawatir ada otot yang robek di bagian dalam. Karena sampai saat ini lutut saya tidak bisa ditekuk. Ini adalah cedera paling berat yang saya alami sepanjang karir,” beber dia.

Dutra menghadapi petaka tersebut ketika berebut bola dengan gelandang serang Barito, Paulo Sitanggang. Saat itu, bola yang datang dari arah kiri gawang Persebaya langsung dipotong oleh Dutra. Aksi intercept Dutra sejatinya berjalan sukses. Namun, dalam waktu bersamaan, Paulo tetap saja menendang bola yang sudah berada di dalam kaki Dutra.

“Dia (Paulo, Red) menendang bola beserta kaki saya. Saat itu, saya merasa ada yang bunyi di bagian lutut dan terasa sangat sakit. Dari situ, saya sudah tidak bisa bermain lagi,” sambungnya.