Perserang Serang Resmi Tunjuk Jaya Hartono Sebagai Head Coach

Jaya Hartono (kiri) saat berpose dengan pemain Persik Kediri usai final Liga 3 2018. Foto : Nofik Lukman Hakim

Perserang Serang memastikan menunjuk Jaya Hartono sebagai headcoach tim ini untuk kompetisi Liga 2 2019. Jaya musim lalu sukses membawa PSCS Cilacap promosi ke Liga 2 dengan status sebagai runner up Liga 3 2018.

Sebagai pelatih, Jaya Hartono ternyata cukup banyak menukangi tim. Dirinya memulai karir dari asisten pelatih Arema Malang di tahun 2000.

Setahun kemudian dia akhirnya bisa unjuk gigi di posisi terdepan di tim kepelatihan, dengan mengunagi Persik Kediri di musim 2001-2004.

Prestasi inilah yang membawa harum nama Jaya Hartono, hingga akhirnya dia sukses menukangi banyak klub besar.

Mulai dari Persiba Balikpapan (2004/2005), Deltras Sidoarjo (2005-2008), Persib Bandung (2008-2010), hingga Persija Jakarta (2011), Persiram Raja Ampat (2013), Persiba Balikpapan (2014), PSS SLeman (2015), Persepam Madura United (2016), Sragen United (2017), PSCS CIlacap (2017-2018). Jaya juga sempat kembali ke Persik di musim 2010/2011.

Jaya Hartono dikenal piawai membangun tim yang bisa solid. Dirinya juga beberapakali sukses mengorbitkan banyak pemain potensial di lapangan hijau.

Di Deltras, prestasi fenomenalnya adalah ketika dia sukses membawa klub asal kota Sidoarjo itu masuk babak 8 besar Divisi Utama 2007. Sebelumnya, Deltras merupakan klub spesialis papan bawah.

Prestasi terbaik Jaya tentu saja adalah saat membawa Persik juara Liga Indonesia pada tahun 2003. dia hampir saja melengkapinya saat menukangi PSCS Cilacap musim lalu. Sayang di partai final Liga 3 2018, timnya tumbang dari Persik Kediri di partai puncak.

Pelatih PSCS Cilacap Jaya Hartono, bersama manajer PSCS Bambang Tujiatno saat berada di bench. Foto : Richie Setiawan

Jaya banyak bergabung dengan klub besar di Indonesia. Seperti PSMS Medan (1982), Niac Mitra (1984-1989), Petrokimia Putra (1989-1991), BPD Jateng (1991-1993), Assyabab Salim Grup (1993-1996), PKT Bontang (1997), Putra Samarinda (1998), dan Persik Kediri di musim 2000.

Dia juga pernah berada dimasa keemasannya, saat jadi andalan Timnas di berbagai kejuaraan internasional.

Jaya memulai debutnya di timnas pada tahun 1986 ketika timnas berlaga di Asian Games. pada saat itu, timnas berhasil masuk ke semifinal.

Jaya juga pernah merasakan kemenangan dengan timnas ketika Timnas berhasil meraih medali emas di SEA Games tahun 1987. Ini lebih baik dari SEA Games lainnya yang diikutinya 1989 dan 1993 yang hanya meraih medali perunggu.