Fever Gasak MP Samator 83-52 di Srikandi Cup 2017/2018

laga antara Surabaya Fever melawan MP Samator di Srikandi Cup. Foto: Official Srikandi Cup.

SURABAYA – Tuan rumah Surabaya Fever memastikan langkahnya ke babak final seri 2 Srikandi Cup, setelah pada laga semifinal di Surabaya, mereka mampu mengalahkan tim asal Ibukota, Merah Putih Samator 83-52  di GOR Kertajaya

“Saya akui kita tadi sangat buruk di-defense-nya, para pemain Merah Putih yang lebih kecil dari kita beberapa kali bisa drive dengan leluasa kewilayah kita. Pelatih tadi juga sudah mengingatkan akan hal ini,” ujar kapten tim Surabaya Fever Henny Sutjiono.

Bermain di markas mereka GOR Kertajaya, tim asuhan Wellyanto Pribadi langsung tancap gas di kuarter pertama 23-13. Kuarter berikutnya, kembali Fever memperbesar margin kemenangannya dengan mencetak 24 angka tambahan dan menutup babak pertama 47-22.

Memasuki babak kedua, juara empat kali Kompetisi Basket Putri Nasional itu tidak sedikitpun mengendurkan pola permainannya. Fever mampu menjaga konsistensinya dengan meraih kemenangan di dua kuarter tersisa 57-34, 83-52.

Dipertandingan ini, dua pemain pilar Surabaya Fever yakni Natasha Christaline Debby dan Gabriel Sophia sama-sama berhasil mencetak 13 angka, disusul 10 poin yang dibuat oleh rekannya. Dikubu MP Samator, Michelle Kurniawan berhasil membuat sembilan poin dan empat rebound, di ikuti oleh Christie Rumambi dengan torehan delapan poin dan tujuh rebound.

 “Meski menang, saya rasa ini game yang paling buruk yang dilakoni Fever, terutama defense kami secara keseluruhan. Beberapa kali, kami kalah dalam penguasaan rebound padahal kami unggul secara postur tubuh, dan pemain lawan sizenya lebih kecil dibandingkan tim saya. Defense hari ini menjadi catatan serius. Besok hal ini tidak boleh terjadi lagi dan kita harus mengurangi turnovers (16 kali kesalahan yang dibuat pada hari ini), serta fokus dalam penguasaan rebound dan menjaga lini pertahanan. “ kata Wellyanto Pribadi.

Nina Yunita, selaku pelatih Merah Putih Samator Jakarta mengakui cukup kecewa dengan kekalahn ini. Dirinya mengakui timnya bermain dalam tekanan.

“Memang kita kalah kelas dibanding Surabaya Fever, tapi pemain saya seperti kalah sebelum bertanding jika berhadapan dengan para pemain Fever, yang sebagian besar merupakan para pemain Nasional,” komentar Nina Yunita, pelatih Merah Putih Samator Jakarta.

jaladwara