Bank SumselBabel Segel Satu Tiket Grand Final Proliga 2018

Pertandingan sengit antara Palembang Bank SumselBabel melawan Jakarta Pertamina Energi di Sritex Arena Solo, Sabtu (7/4/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

SOLO – Tim putra Palembang Bank SumselBabel memastikan satu tiket ke grand final Proliga 2018. Tim besutan Samsul Jais mengalahkan Jakarta Pertamina Energi 3-0 (25-23, 25-19 dan 25-16) di Sritex Arena, Sabtu (7/4/2018).

Kemenangan ini membuat raihan empat kemenangan Bank SumselBabel tak mungkin lagi dikejar lawan-lawannya. Apalagi pada hari ketiga, Minggu (8/4/2018), Jakarta Pertamina Energi akan melawan Surabaya Bhayangkara Samator. Dua tim ini sama-sama mengoleksi tiga kemenangan dan tiga kekalahan.

Kemenangan ini benar-benar disambut gembira Bank SumselBabel. Setelah kekalahan mengejutkan dari Surabaya Bhayangkara Samator, Jumat (6/4/2018), tim mampu bangkit kembali.

“Ini penampilan yang sangat baik dari anak-anak. Kita tahu kualitas Pertamina seperti apa, tapi kita bisa memenangkan pertandingan. Yang berat memang membangun motivasi, semangat juang setelah kalah dari Samator,” ucap Manajer Bank SumselBabel, Welsar Lubis dalam jumpa pers usai pertandingan.

“Kita sudah buktikan dengan motivasi yang beda, semangat yang meningkat, kita bisa mengalahkan Pertamina. Semoga motivasi dan semangat ini bisa terjaga, jadi kita bisa meraih hasil maksimal di final,” lanjut Welsar.

Ditambahkan Pelatih Bank SumselBabel, Samsul Jais, peran Aji Maulana sangat terlihat pada kemenangan ini. Dia bisa mengatur pola penyerangan, irama permainan, hingga lawan kesulitan mem-block smash dari para pemain.

“Receive hari ini sebenarnya kurang bagus. Tapi Aji sangat cerdas hari ini. Dia bisa mengatur pola serangan hingga lawan kesulitan,” ucap Samsul Jais.

Sementara itu, Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Andri Widiyatmoko menilai kekalahan atas Palembang Bank SumselBabel tak lepas dari receive yang kurang maksimal. Selain itu tim besutannya banyak membuang serve, sementara tim lawan justru maksimal.

“Dengan kekalahan ini mau tidak mau kita harus memenangkan pertandingan lawan Samator,” terang Andri Widiyatmoko. “Dalam waktu singkat ini kami akan berbicara dengan pemain. Masalah tim ini bukan teknik atau fisik, tapi lebih ke mental,” lanjutnya.

Nofik Lukman Hakim