Perusahaan di Sukoharjo Produksi Merchandise untuk Asian Games 2018

Wakil Presiden Direktur PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto saat menunjukkan kaos dan kemeja merchandise Asian Games 2018. Foto : Nofik Lukman Hakim

Warga Sukoharjo kini boleh berbangga. Merchandise resmi yang akan dijual pada Asian Games 2018 ternyata berasal dari Sukoharjo. Ada puluhan jenis pernak-pernik yang diproduksi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Produk yang diproduksi, di antaranya baju, jaket, kemeja, topi, syal hingga tas bernuansa Asian Games 2018. Produk ini nantinya akan dijual di setiap venue yang ada di Jakarta maupun Palembang. Harganya mulai Rp 80 ribu hingga Rp 400 ribu.

“Targetnya ada 30 ribu merchandise yang diproduksi untuk Asian Games 2018. Nanti penjualan terfokus di venue-venue, baik di Palembang maupun Jakarta,” terang Wakil Presiden Direktur PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/7/2018) siang.

“Desainnya menarik. Cocok digunakan saat Asian Games atau pun setelahnya. Ini sesuai rekomendasi dari Inasgoc agar merchandise ini diproduksi tidak sekadar untuk memeriahkan Asian Games. Dalam merchandise nanti ada unsur Asian Games seperti warna, logo maupun maskot,” lanjutnya.

Wakil Presiden Direktur PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto saat menunjukkan kaos merchandise Asian Games 2018. Foto : Nofik Lukman Hakim

PT Sritex bukan saja berkontribusi pada produksi merchandise resmi Asian Games 2018. Pada Senin (23/7/2018) siang, Gedung Serbaguna Brigjen Slamet Riyadi yang ada di Kawasan Industri Sritex menjadi venue Gebyar Batik Solo 2018.

Acara itu diselenggarakan Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga Kemenpora. Hadir dalam acara tersebut Penasehat Dharma Wanita Kemenpora, Shobibah Rohmah.

Salah satu karya yang ditampilkan pada acara Gebyar Batik Solo 2018 yang selenggarakan Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga Kemenpora di Gedung Serbaguna Brigjen Slamet Riyadi yang ada di Kawasan Industri Sritex, Sukoharjo. Foto : Nofik Lukman Hakim

Acara tersebut merupakan pertunjukan busana sporty karya para pelajar dan mahasiswa terpilih di Jawa Tengah dan DIY. Meski minim pengalaman, para pelajar dan mahasiswa ini mampu menampilkan karya yang menarik.

“Semua karya anak-anak ini luar biasa. Dengan waktu yang begitu pendek para siswa-siswi ini bisa menghasilkan karya yang bagus. Nantinya karya terpilih akan dikenakan para atlet dalam sebuah acara tanggal 5 Agustus di Jakarta,” jelas Shobibah Rohmah.

Nofik Lukman Hakim