Kalahkan Flying Wheel, Modal Merpati Bali Tantang Sahabat Semarang

Pemain Merpati Bali, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma berusaha menutup pergerakan pemain Flying Wheel Makassar pada partai playoffs Srikandi Cup 2019 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (22/4/2019). Foto : Nofik Lukman Hakim

Laju Merpati Bali tak terbendung pada fase playoffs Srikandi Cup 2019. Menghadapi Flying Wheel Makassar pada pembuka pool A di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (22/4/2019), Merpati Bali menang meyakinkan 80-47.

Pertarungan sengit tersaji pada dua kuarter awal. Agustin Gradita Retong, Tania Rasidi, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma, Dora Lovita dan Kadek Pratita Citta Dewi jadi starter Merpati. Sementara Flying Wheel menurunkan Jumriah HL, Vivit Dian Arini, Virza Rozaku, Siti Fatimah dan Ummil Asmi.

Merpati yang berpredikat pemuncak grup reguler season tak begitu dominan. Tercatat pada kuarter pertama, Merpati meraih 16 poin. Sementara Flying Wheel melalui pergerakan lincah Jumriah mengejar dengan 12 poin.

Lalu pada kuarter kedua, Merpati memperbaiki catatan dengan 18 poin. Rebound pun mereka kuasai dengan catatan 15 kali. Ayu Sriartha menjadi aktor di bawah ring. Tren meningkat itu juga diimbang Flying Wheel dengan catatan 15 poin serta 11 rebound.

Namun ketatnya persaingan tak terlihat pada dua kuarter selanjutnya. Merpati Bali terus melaju kencang. Pada kuarter tiga, Merpati mencatatkan 24 poin. Sementara Flying Wheel hanya 15 poin.

Catatan itu dikukuhkan pada kuarter empat. 13 rebound dicatatkan Merpati, berbanding tiga rebound dari Flying Wheel. 22 poin diraih Merpati. Sementara Flying Wheel yang kehabisan bensin hanya menambah lima poin saja.

Husna Aulia Latifah dan Putu Tiana Widiastari menjadi pencetak poin terbanyak untuk Merpati dengan 14 poin. Ditambah Dora Lovita dengan catatan sepuluh poin.

Sementara Jumriah mencatatkan 21 poin. Catatan ini membuat Jumriah, total sudah mencatatkan 172 poin dari 13 game. Catatan ini melampaui rekornya musim lalu dengan catatan 171 poin dari 18 game.

Pelatih Flying Wheel, Eddy Winarso, menilai kekalahan dengan skor telak ini terjadi lantaran para pemain terlalu terburu-buru. Dalam dua kuarter awal, permainan tim cukup padu.

“Di kuarter ketiga dan ke empat mereka kurang maksimal. Tapi secara overall sebenarnya penampilan mereka terus meningkat,” ucap Eddy Winarso usai pertandingan.

Sementara pemain Merpati, Putu Tiana Widiastari, menilai kemenangan ini tak lepas dari permainan enjoy yang diperagakan sejak kuarter pertama. Koleksi 14 poin yang dibuatnya kali ini berkat support dari rekan setimnya.

“Sebenarnya tidak ada instruksi khusus dari pelatih kepada saya untuk mencetak angka sebanyak-banyaknya,  semua itu dukungan dari teman-teman, sehingga saya mungkin bisa lebih leluasa dan nyaman untuk mencetak angka,” ucap Putu Tiana.

Kemenangan telak ini menjadi modal Merpati menghadapi Sahabat Semarang pada Rabu (24/4/2019). Pada reguler season lalu, Merpati berpredikat sebagia juara grup, sementara Sahabat berstatus runner up.

Nofik Lukman Hakim