Libas Myanmar 5-1, Modal Timnas Futsal Tantang Malaysia di GOR UNY

Bambang Bayu Saptaji saat merayakan golnya ke gawang Myanmar dalam partai pembuka Piala AFF Futsal 2018 di GOR UNY, Senin (5/11/2018). Foto : Richie Setiawan

Timnas Futsal Indonesia sukses melibas Myanmar 5-1 dalam partai perdana Piala AFF Futsal 2018 di GOR UNY, Depok, Sleman, Senin (5/11/2018) siang. Kemenangan besar ini menjadi modal menatap laga kedua melawan Malaysia.

Indonesia tampil apik sejak menit pertama bergulir. Bambang Bayu Saptaji menjadi motor serangan Indonesia. Pemain yang pernah berlaga di Liga Tiongkok itu akhirnya menjadi pembuka kran gol Indonesia.

Sepakan tak terduga Bayu mengarah ke pojok kanan gawang Malaysia. Gol itu langsung disambut gemuruh ribuan penonton yang memadati GOR berkapasitas 8000 penonton ini.

Keunggulan satu gol hanya bertahan sebentar saja. Kesalahan koordinasi pemain belakang Indonesia dimanfaatkan Myanmar untuk menyamakan kedudukan. Sepakan Hlaing Min Tun menjebol gawang Indonesia.

Dalam kondisi berimbang, Indonesia tetap tampil konsisten. Indonesia pada menit ke-15 kembali unggul lewat Andri Kustiawan. Dia menjebol gawang Myanmar setelah memanfaatkan umpan Iqbal Rahmatullah.

Hanya selang dua menit, Indonesia menambah dua gol lewat Martin Alexa dan Bayu Saptaji. Keunggulan 4-1 bertahan hingga jeda.

Tertinggal cukup jauh, Myanmar coba mengejar ketinggalan. Namun belum sempat berbuah gol, gawang Myanmar kembali jebol. Kali ini Andri Kustiawan membawa Indonesia unggul 5-1.

Keadaan tersebut membuat Myanmar mengubah strategi. Mereka memanfaatkan powerplay untuk mengurung Indonesia. Hanya saja, menggunakan lima pemain tak membuat Myanmar mengejar ketinggalan.

Indonesia malah sempat mendapat beberapa peluang, memanfaatkan gawang Myanmar yang kosong. Namun kurang tenangnya penyelesaian penggawa Indonesia membuat skor 5-1 bertahan hingga waktu usai.

Kemenangan besar ini menjadi modal penting melawan Malaysia di GOR UNY, Selasa (6/11/2018) siang. Gengsi negara serumpun ini dipastikan bakal menyedot animo penonton yang lebih besar.

Nofik Lukman Hakim